Bahaya Dibalik Perut Buncit, Bukan Hanya Merusak Penampilan Tapi Juga Kesehatan
berita
Sumber Foto : k-link.co.id
25 March 2019 17:10
Watyutink.com - Banyak orang berusaha menghindari memiliki perut buncit. Pasalnya bagi sebagian orang, khususnya para lelaki, perut buncit sangat menganggu penampilan. Itulah sebabnya berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan perut yang lebih rata, syukur-syukur kalau bisa sixpack.

Namun ternyata selain menganggu penampilan, perut buncit juga berbahaya bagi kesehatan. Beragam penyakit dipercaya berada di balik perut buncit. Pasalnya timbunan lemak dalam perut buncit diyakini  menyimpan sejumlah risiko yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi penyakit.

Tahukah Anda, apa saja bahaya akibat perut buncit?

Seperti halnya obesitas, perut buncit timbul karena asupan makanan berlebih, terutama makanan yang mengandung gula dan kolesterol tinggi. Selain itu kurangnya olah raga juga semakin memperparah penumpukan lemak di perut.  

Selain itu perut buncit juga diakibatkan riwayat obesitas pada keluarga, kurang tidur, kebiasaan mengonsumsi alkohol, dan stres. Usia tua dan ketidakseimbangan hormon pada wanita menopause juga mempermudah timbulnya perut buncit.

Lemak di bagian perut ini terdiri dari dua macam, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit. Cirinya, lemak ini dapat dicubit dan terlihat.

Sedangkan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh yang tidak terlihat. Lemak viseral selain berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti penyakit jantung, lemak viseral juga sangat sulit dihilangkan.

Bagi Anda yang memiliki perut buncit karena kebanyakan lemak, sebaiknya waspada, karena kondisi ini meningkatkan risiko sejumlah penyakit  yang berbahaya. Lemak di dalam tubuh, apalagi dalam jumlah berlebih bisa mengeluarkan senyawa dan hormon yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.

Senyawa yang disebut sitokin ini dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Para peneliti juga membuktikan senyawa sitokin dapat menyebabkan kanker, seperti kanker usus besar, kerongkongan, dan pankreas.

Bahaya perut buncit juga terkait dengan peningkatan produksi kolesterol buruk dan penurunan produksi kolesterol baik. Itulah mengapa perut buncit dapat meningkatkan risiko penyakit kolesterol tinggi.

Selain itu, pemiliki perut buncit juga berisiko terserang diabetes. Pasalnya lemak berlebih bisa menganggu kinerja insulin dalam mengontrol gula darah. Selain itu, lemak berlebih juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, bahkan meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit kardiovaskular.

Beragam risiko akibat perut buncit tersebut memang tidak bisa dianggap enteng. Itulah sebabnya ukuran perut harus selalu dikontrol. Untuk laki-laki, dinyatakan menderita obesitas apabila lingkar pinggang melebihi 102 centimeter. Sedangkan perempuan, dinyatakan buncit jika lingkar perut di atas 89 centimeter.

Meskipun tidak mudah, tapi mengecilkan perut buncit tetap harus dilakukan. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengecilkan perut antara lain dengan mengurangi asupan makanan, terutama kalori. Konsumsi kalori setidaknya dikurangi 500 hingga 1000 kalori per hari dari total kebutuhan. Kurangi karbohidrat dan ganti dengan makan sayuran, buah, produk susu rendah lemak, produk biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak.

Selain itu perbanyak aktivitas fisik seperti olah raga. Mulailah dengan olah raga ringan seperti jalan kaki, sit-up atau gerakan lainnya. Bisa juga dikombinasi dengan latihan angkat beban.

Hindari konsumsi minuman beralkohol. Selain tidak baik untuk kesehatan, minuman beralkohol juga dapat menyebabkan perut Anda menjadi buncit.

Stres juga dapat memicu perut buncit. Itulah sebabnya jika sedang ditimpa masalah cobalah relaksasi atau bersantai dengan orang terdekat. Apabila Anda memiliki masalah, cobalah bermeditasi, lakukan relaksasi, dan berbincanglah dengan orang terdekat Anda.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan nafsu makan meningkat yang berpengaruh pada peningkatan berat badan. Untuk orang dewasa sebaiknya tidur tujuh hingga delapan jam per hari.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi