Bahaya Diet Terlalu Ketat, Ganggu Kesehatan Jantung dan Metabolisme Tubuh
berita

12 September 2019 16:58
Watyutink.com – Memiliki berat badan yang telalu berlebihan memang tidak mengenakkan. Tidak hanya mengganggu penampilan tapi juga berisiko mengganggu kesehatan. Beragam gangguan kesehatan, seperti serangan jantung, darah tinggi, atau diabetes kerap mengintai para pemilik berat badan berlebihan.

Itulah sebabnya banyak orang berusaha menurunkan berat badannya hingga mencapai ukuran yang ideal. Salah satunya dengan melakukan program diet. Namun usaha menurunkan berat badan tidak boleh dilakukan secara keterlaluan. Pasalnya diet ketat yang keterlaluan justru bisa mengganggu kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja akibat buruk dari diet ketat yang keterlaluan?

Diet ketat memang sangat efektif menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Namun ada beberapa efek buruk dari diet ketat, salah satunya adalah gangguan jantung. Padahal jantung memegang peran yang sangat penting dalam kesehatan. Sedikit saja gangguan jantung bisa berakibat fatal, bahkan kerap menyebabkan kematian.

Diet terlalu ketat bisa menimbulkan masalah jantung karena penurunan berat badan yang  terjadi secara drastis atau tiba-tiba bisa merusak pembuluh darah. Selain itu penurunan berat badan secara tiba-tiba dapat menyebabkan fluktuasi denyut jantung, tekanan darah, dan ritme jantung tidak teratur. Kondisi-kondisi tersebut bisa menyebabkan gagal jantung.

Organ tubuh lain yang bisa terganggi akibat diet ketat adalah empedu. Organ tubuh ini mempunyai peran yang sangat penting dalam sistem pembuangan dalam tubuh. Diet terlalu ketat bisa menganggu fungsi empedu lantaran menyebabkan pembentukan batu.

Penurunan berat badan dalam jumlah besar secara tiba-tiba bisa menyebabkan kolesterol dalam hati meresap ke dalam empedu. Hal inilah yang menyebabkan terbentuknya batu empedu.

Diet ketat juga menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi, seperti karbohodrat, kalsium, mineral, dan protein. Kekurangan zat-zat ini dapat menyebabkan penurunan fungsi sistem imun atau kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh akan mudah terserang penyakit.

Diet ketat juga menyebabkan terganggunya keseimbangan tubuh. Meskipun tubuh bisa menyesuaikan dengan perubahan pola makan tapi diet ketat akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, terutama kalium dan magnesium.

Diet ketat juga bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh. Saat melakukan diet ketat bisa saja seseorang akan langsung terlihat kurus. Namun hal itu hanya bersifat sementara dan dipastikan berat badan akan kembali meningkat lantaran sistem metabolisme tubuh terganggu.

Kerugian lain dari diet ketat adalah kemungkinan terkena bulimia dan anoreksia. Padalah kedua penyakit tersebut bisa sangat merugikan bagi kesehatan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

FOLLOW US

Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja