Bahaya Memasak Kol dengan Cara Digoreng, Bisa Sebabkan Jerawat, Obesitas, Stroke hingga Kanker
berita
Kol atau Kubis Goreng. Foto : Shutterstock
04 January 2022 16:00
Watyutink.com - Selama ini orang mengenal sayur kubis atau kol sebagai bahan pangan yang sehat. Hal ini tak lepas dari berbagai kandungan nutrisi dan mineral dalam kol. Diantaranya adalah protein, serat, kalsium, folat, potasium, magnesium, dan mangan. Sedangkan vitamin yang dimiliki kol adalah vitamin A, B2, B6, B9, C, dan K. Selain itu kandungan kalori dari sayur ini yang sangat rendah.

Aneka nutrisi ini menjadikan kubis atau kol menjadi pilihan masyarakat dan diolah menjadi aneka menu makan. Terlebih harga kol yang murah sehingga mudah didapatkan. Kol juga banyak dijual, baik di pasar tradisional maupun supermarket.

Ternyata nutrisi dalam kol tidak selamanya bermanfaat bagi kesehatan. Kesalahan saat mengolah sayuran ini justru menjadikan beragam mineral itu menjadi racun bagi tubuh. Pada akhirya bukan akibat baik yang didapat, justru efek negatif yang timbul akibat salah dalam mengolah kol.

Tahukah Anda, bagaimana cara mengolah sayur kubis atau kol yang salah dan apa akibatnya bagi kesehatan?

Cara mengolah sayur kubis atau kol yang salah adalah dengan menggorengnya. Dikutip dari akun Instagram dokterislami.jsr, menggoreng kol bisa menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Bahkan jika keseringan mengonsumsi kol goreng bisa memicu penyakit fatal, seperti kanker. Hal ini terjadi terutama jika kola atau kubis digoreng terlalu lama. Pasalnya menggoreng lama bisa menimbulan komposisi amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik. Senyawa inilah yang bisa memicu kanker.

Terlebih jika minyak yang digunakan menggoreng kol adalah minyak sisa yang sudah dipakai beberapa kali. Proses menggoreng dengan suhu tinggi menggunakan minyak sisa membuat kol mengalami oksidasi. Akibatnya kandungan radikal bebas meningkat. Padahal radikal bebas diketahui adalah salah satu pemicu penyakit kronis, termasuk kanker.

Efek buruk berikutnya menggoreng kol adalah meningkatkan risiko penyakit jantung. Kol sejatinya adalah sayuran sehat, terutama jika dimakan mentah. Pasalnya kol atau kubis tidak mengandung kolesterol atau lemak jenuh. Hal ini membuatnya sangat baik untuk kesehatan jantung.

Namun jika digoreng dengan suhu tinggi, kol akan menyerap sebagian besar minyak goreng. Padahal minyak goreng diketahui mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL). Kedua kadungan itulah yang menyebabkan gangguan bagi kesehatan, seperti serangan jantung dan kelebihan berat badan atau obesitas.

Bagi Anda yang berharap mempunyai berat badan ideal, sangat tidak dianjurkan mengonsumsi kol yang digoreng. Saat mengonsumsi kol goreng, secara otomatis akan terjadi perpindahan lemak jenuh dan kolesterol jahat dari minyak goreng ke dalam tubuh. Jika dikonsumsi dalam porsi banyak, kol goreng akan menyebabkan peningkatan berat badan dalam jumah drastis. Jika tidak segera dihentikan bisa memincu gangguan kesehatan lain yang lebih fatal.

Kol goreng juga berakbat tidak baik bagi kesehatan kulit. Pada dasarnya kulit membutuhkan asupan nutrisi yang terdapat dalam sayur kubis. Namun jika digoreng, kandungan nutrisi dalam kubis bisa hilang. Akibatnya justru sebaliknya, kulit akan menjadi rusak akibat bertambahnya sel mati. Hal ini terlihat dengan kulit wajah yang mengalami penuaan dini dan muncul jerawat.

Kol goreng juga membuat tubuh rentan terkena stroke. Hal ini akibat kadar kolesterol jahat atau LDL yang cukup tinggi. Selain gangguan jantung penyakit lain yang berisiko adalah stroke. Disamping  juga obesitas sebagai akibat dari tubuh yang menerima asupan lemak jenuh.

Itulah sebabnya sangat dianjurkan untuk tidak mengolah kubis atau kol dengan cara digoreng. Terlebih menggunakan minyak yang sudah digunakan beberapa kali. Sebagai gantinya sangan dianjurkan mengonsumsi kol mentah sebagai lalapan. Atau dengan mengolah kol menjadi masakan berkuah yang cara memasaknya tidak dengan menggoreng menggukan minyak goreng.

Mengonsumsi kol mentah diketahui sangat baik bagi kesehatan, salah satunya mencegah penyakit kanker. Pasalnya kubis memiliki senyawa antikanker bernama sulforaphane dan apigenin. Senyawa tersebut bermanfaat menurunkan risiko kanker, seperti payudara dan paru-paru. Selain mencegah kanker, mengonsumsi kubis mentah juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan meningkatkan kekebalan tubuh atau sistem imun.

Kubis diketahui adah sumber polifenol yang sangat baik bagi tubuh. Senyawa ini bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan mencegah terbentuknya platelet. Selain itu kubis berguna mengontrol kadar kolesterol dalam darah tetap normal.

Kubis juga mampu menjaga tekanan darah tetap normal. Pasalnya kubis, terutama kubis merah kaya akan kandungan antosianon flavonoid yang mampu menjaga tekanan darah. Flavonoid juga dapat menurunkan tekanan dan kekakuan pada pembuluh darah arteri. Hal inilah yang membuat kubis efektif mencegah serangan jantung.

Manfaat lain dari kol mentah adalah menjaga kesehatan mata, tulang dan otak. Pasalnya kubis diketahui memiliki kandungan kalsium, magnesium, potassium,  vitamin A dan K, Selain itu kol mentah juga mengandung serat yang berguna untuk kesehatan pencernaan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF