Bawang Dayak, Tanaman Asli Kalimantan yang Mampu Cegah Kanker, Diabetes, dan Hipertensi
berita

23 September 2019 17:25
Watyutink.com – Pulau Kalimantan memang sudah lama dikenal sebagai gudangnya tanaman obat. Pasalnya banyak tanaman dari pulau terbesar di Indonesia ini yang mengandung manfaat bagi kesehatan. Salah satu tanaman obat yang banyak mengandung manfaat adalah bawang dayak.

Tahukah Anda, apa saja manfaat bawang dayak bagi kesehatan?

Tanaman bawang dayak sebenarnya tidak berbeda dengan bawang merah pada umumnya. Kata ‘Dayak’ sengaja ditambahkan untuk menandakan tanaman ini ditanam dan dibudidayakan di Kalimantan. Suku Dayak seperti diketahui adalah suku asli Kalimantan yang sudah lama dikenal memiliki berbagai ramuan obat tradisional.

Meski dari segi penampilan tidak berbeda dengan bawang merah, namun bawang dayak memiliki ciri khas bentuk yang lonjong. Selain itu tanaman yang juga bernama bawang tiwai ini memiliki bunga berwarna putih yang sangat cantik jika sedang mekar.

Beberapa ahli kesehatan menyebut, bawang dayak mengandung berbagai senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti alkaloid, steroid, flavonoid, glikosida, tanin, felonik, dan zat lainnya yang berkhasiat bagi kesehatan.

Salah satu fungsi bawang dayak adalah untuk mencegah penyakit kanker. Tanaman ini diketahui mengandung senyawa naphtokuinones yang mampu menurunkan aktivitas dari sel Cyclin-E, salah satu sel yang dapat memicu penyakit kanker serviks.

Bawang dayak juga bisa mengobati penyakit darah tinggi atau hipertensi. Hal ini lantaran bawang dayak memiliki kandungan senyawa alisin yang mampu menurunkan kekentalan dan tekanan darah. Selain itu bawang tiwai juga memiliki sifat diuretik, yang bisa memperlancar air seni atau urine.

Itulah sebabnya bawang dayak juga baik untuk menyehatkan ginjal dan mencegah terjadinya batu ginjal. Selain itu bawang dayak juga bisa menurunkan kadar kalsium dalam urin. Hal ini bisa membantu proses penghancuran dan mengeluarkan batu ginjal.

Bawang dayak juga mampu mengobati penyakit diabetes atau kencing manis. Pasalnya bawang dayak memiliki senyawa flavonoid, glikosida, alkaloid, dan juga saponin. Senyawa tersebut diyakini dapat menurunkan kadar gula darah sehingga tepat untuk obat alternatif bagi penderita diabetes.

Bawang dayak juga bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung koroner. Kandungan senyawa felonik dalam bawang dayak diyakini dapat mencegah penyakit yang kerap menyebabkan kematian mendadak ini. Selain itu bawang dayak juga bisa menangkal efek buruk dari radikal bebas. Pasalnya bawang dayak memiliki kandungan senyawa antosianin yang bisa menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit.

Untuk bisa mendapatkan manfaat bawang dayak, bisa dilakukan dengan mengonsumsinya secara langsung. Disarankan memakan bawang dayak yang masih dalam kondisi segar. Caranya, siapkan tiga hingga empat siung bawang dayak, cuci bersih. Iris tipis dan seduh dengan satu gelas atau 200 mililiter air mendidih. Minum selagi hangat dua atau tiga kali sehari.

Bisa juga dengan membuat bawang dayak kering. Caranya, siapkan bawang dayak , cuci bersih. Potong atau iris tipis-tipis lalu keringkan dengan cara dijemur. Bisa juga mengeringkan menggunakan oven dengan suhu 50 derajat celcius selama delapan jam.

Setelah kering, simpan dengan rapi. Jika ingin mengonsumsi, seduh bawang dayak kering dengan air mendidih dan minum selagi hangat.

Bawang dayak juga bisa diolah menjadi bubuk. Caranya sama dengan membuat bawang dayak kering. Setelah dijemur atau dioven, haluskan dengan cara ditumbuk atau digiling. Jika ingin mengonsumsi, cukup dengan menyeduhnya dengan air mendidih. Minum selagi hangat.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

FOLLOW US

Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja