Benarkah Alat Thermal Scanner Bisa Deteksi Virus Corona?
berita
Sumber Foto : AP Foto
09 March 2020 16:30
Watyutink.com – Seiring mewabahnya virus corona, kita jadi semakin sering menyaksikan petugas kesehatan yang memeriksa orang atau pasien menggunakan thermal gun. Alat yang berbentuk seperti pistol ini digunakan untuk mengecek suhu badan seseorang. Nantinya hasil pemeriksaan alat thermal gun menjadi refernsi apakah seseorang suspect atau diduga terjangkit virus atau tidak.

Thermal gun hanyalah salah satu dari beberapa alat yang digunakan untuk mendeteksi penyebaran virus corona. Alat-alat ini banyak ditemui digunakan di tempat-tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran. Selain itu juga di lokasi kedatangan penumpang, seperti bandara, pelabuhan, atau stasiun kereta api dan terminal bis.

Tahukah Anda, sebenanya benar atau tidakkah alat ini mampu mendeteksi virus corona?

Thermal Gun adalah salah satu dari alat yang dikenal dengan Thermal Scanner. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan alat ini sebagai senjata andalan guna mencegah masuknya virus corona di Indonesia. Pasalnya thermal scanner dapat mendeteksi atau mengecek suhu tubuh seseorang. Suhu tubuh seseorang rata-rata adalah 36 hingga 37,5 derajat selsius. Jika suhu tubuh berada di atas rata-rata bisa dimungkinkan seseorang terserang virus corona.

Seperti namanya, thermal gun berbentuk seperti pistol. Penggunaannya dengan cara mengarahkan ke bagian tubuh seseorang, biasanya dahi atau kepala. Saat pelatuk ditarik, layar pada pada thermal gun akan menunjukkan suhu tubuh pasien.

Thermal gun mempunyai keunggulan lantaran ukurannya yang tidak terlalu besar sehingga mudah dibawa kemana-mana. Namun kekurangannya adalah thermal gun tidak dilengkapi kamera. Selain itu saat digunakan, thermal gun sebaiknya sedekat mungkin dengan pasien untuk mendpatkan hasiil yang lebih efektif.

Kepala Pusat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes Dr dr Vivi Setiawaty, MBiomed menegaskan thermal gun sebenarnya bukan alat untuk mendeteksi virus. Pasalnya alat ini hanya mendeteksi peningkatan suhu tubuh seseorang. Aapakah peningkatan suhu tersebut akibat virus atau bukan, thermal gun tidak bisa mendeteksi.

Namun Vivi menerangkan, jika seseorang mengalami peningkatan suhu bisa menandakan adalah salah satu gejala virus corona. Manusia bisa dikatakan demam jika suhu tubuhnya melewati batas normal, yakni 37,5 derajat selsius.

Selain thermal gun, Kemenkes juga menggunakan thermal scanner camera. Berbeda dengan alat sebelumnya, thermal scanner camara tidak mudah dibawa kemana-mana. Pasalnya alat ini dilengkapi dengan layar monitor dan kamera. Fungsinya sama, yakni mengecek suhu tubuh manusia.

Alat ini biasanya ditempatkan di bandara. Setiap penumpang diwajibkan melewati kamera. Nantinya monitor akan menampilkan atau memnidai suhu tubuh seseorang. Lantaran menggunakan alat yang sangat sensitif, thermal scanner camera lebih baik dalam mendeteksi kenaikan suhu tubuh seseorang.

Thermal scanner camera juga akan menampilkan gambar yang lebih terang jika seseorang memiliki suhu tubuh di atas normal. Laman Achieve Integrater Health menuliskan thermal scanner camera mendeteksi suhu panas dengan cara memancarkan signal sendiri.

Suhu tubuh yang terekam akan muncul di montior dalam bentuk warna-warna berbeda di beberapa bagian tubuh. Warna-warna tersebut nantinya bisa menjadi indikator adanya perubahan suhu tubuh. Nantinya hal itu bisa menjadi pertanda ada atau tidaknya penularan virus corona.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)