Benarkah Jeroan Ayam Berbahaya Bagi Kesehatan? Berikut Penjelasannya
berita

16 July 2019 16:40
Watyutink.com – Jeroan ayam sudah banyak digunakan sebagai bahan masakan. Organ pencernaan ayam ini dikenal lezat untuk campuran soto atau menu lainnya. Begitu populernya jeroan hingga setiap daerah di Indonesia memiliki menu masakan tradisional berbahan jeroan.

Namun banyak orang justru menghindari memakan jeroan ayam. Pasalnya jeroan sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan. Bahkan banyak yang mengatakan jeroan ayam berbahaya bagi kesehatan. Pendapat itu sebetulnya tidak salah meskipun tidak sepenuhnya benar.

Jika melihat kandungan nutrisi dalam jeroan ayam, ternyata terdapat beragam  manfaat. Meskipun tidak bisa dipungkiri mengonsumsi jeroan ayam juga mengundang beberapa gangguan kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat dan bahaya akibat makan jeroan ayam?

Jeroan ayam yang lazim dikonsumsi antara lain, ati, ampela, usus, ginjal dan sebagainya. Selain untuk campuran masakan, jeroan juga sering dimakan dengan cara digoreng. Lalapan dan sambal menjadi pendamping yang paling cocok dengan ati dan ampela ayam.

Para ahli gizi menyebutkan jeroan ayam seperti hati atau ati dan ampela mengandung banyak nutrisi, salah satunya protein. Harvard School of Public Health, Amerika Serikat menyebut satu porsi atau sebanyak 3,5 ons jeroan ayam mengandung sekitar 30,9 gram protein. Hal ini membuat jeroan sangat bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Protein diketahui adalah nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan sel-sel yang membentuk otot dan jaringan tubuh.

Jeroan ayam juga kaya akan kandungan zat besi dan seng. Dalam satu porsi jeroan ayam terdapat 3,19 miligram zat besi dan 4,42 miligram seng. Kedua mineral tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan sisitem kekebalan tubuh. Itulah sebabnya mengonsumsi jeroan dapat menghindarkan tubuh dari serangan penyakit. Selain itu jeroan ayam juga dapat mempercepat penyembuhan luka.

Selain protein dan mineral, jeroan ayam juga banyak mengandung vitamin A dan B12. Satu porsi jeroan ayam mengandung 1,04 mikrogram vitamin A dan 2,4 mikrogram vitamin B12. Vitamin A berperan tinggi pada proses pembentukan dan pengendalian sel darah putih yang penting untuk sisitem kekebalan tubuh. Sedangkan vitamin B12 penting untuk perkembangan sel darah merah yang bermanfaat untuk kesehatan sistem saraf.

Namun selain memiliki manfaat, jeroan ayam juga menyimpan efek negatif. Pasalnya jeroan ayam dikenal sebagai penyumbang kolestrol yang sangat tinggi. Satu ons jeroan ayam mengandung sekitar delapan gram lemak total dan 2,7 gram asam lemak jenuh. Kandungan kolesterol tinggi sangat berbahaya bagi kesehatan jantung

Selain itu jeroan ayam juga mengandung racun. Pasalnya organ seperti hati dan ginjal berfungsi untuk menyaring racun dari darah. Hal ini membuat beberapa jenis racun seperti merkuri, timah, arsenik, kromium, kadmium, selenium dan sebagainya sering terdapar dalam jeroan ayam.  Itulah sebabnya saat mengonsumsi jeroan ayam, beberapa racun tersebut dikawatirkan turut masuk dalam tubuh.

Di dalam jeroan ayam juga terdapat berbagai jenis parasit. Meski tidak diketahui apa saja parasit tersebut dan bagaimana caranya masuk ke tubuh ayam. Kemungkinan parasit tersebut masuk bersamaan dengan saat ayam makan.

Itulah sebabnya mengonsumsi jeroan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terkena infeksi yang diakibatkan oleh parasit di dalamnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar