Benarkah Minum Kopi Bisa Deteksi Penularan Virus Corona, Simak Penjelasannya
berita

05 January 2021 16:00
Watyutink.com – Kopi saat ini sudah bukan lagi sekadar minuman. Kopi sudah menjelma menjadi gaya hidup. Itulah sebabnya kedai-kedai kopi atau coffee shop selalu ramai pengunjung. Mulai dari yang hanya kongkow-kongkow, ngobrol dengan teman-teman, atau untuk membicarakan kepentingan bisnis.

Namun selama masa pandemi Covid-19, kebiasaan kongkow di coffee shop jadi terhenti. Pasalnya sejak awal tahun lalu, saat pandemi mulai melanda Indonesia hampir semua tempat usaha tutup, termasuk kedai kopi. Hal ini guna menekan penularan virus corona atau Covid-19. Para penggemar kopi pun mengalihkan kebiasaannya dengan menikmati minuman berwarna hitam itu di rumah.

Ternyata antara kopi dan Covid-19 mempunya keterkaitan. Pasalnya beredar informasi kopi bisa mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak.

Tahukah Anda, bagaimana caranya kopi bisa mendeteksi virus corona?

Kopi adalah minuman yang dikenal mempunyai aroma yang sangat kuat. Aroma itulah yang menurut para ahli membuat kopi mampu mendeteksi ada atau tidaknya paparan virus corona dalam tubuh seseorang. Pasalnya salah satu gejala seseorang terinfeksi virus corona adalah kehilangan indra penciuman. Gejala tersebut dikenal dengan sebutan anosmia.

Para ilmuan mengatakan anosmia secara tiba-tiba tidak bisa dijelaskan secara spesifik. Namun mereka yakin minum kopi bisa menjadi cara skrining atau pendeteksi terhadap adanya infeksi virus corona.

Dikutip dari detikhealth, para ahli telah mengembangkan program skrining dan pengujian terkait indra penciuman sebagai respon dari paparan virus corona. Para ahli yang terlibat terdiri dari para ilmuan sensorik dan epidermologi penyakit menular.

Profesor James Schwob, ilmuan dari Fakultas Kedokteran Universitas Tufts, Amerika Serikat (AS) mengatakan cara mendeteksi Covid-19 menggunakan kopi sangat mudah. Menurutnya hanya dengan mengambil bubuk kopi dan melihat seberapa jauh seseorang bisa menciumnya. Pendapat serupa dikemukakan Richard Doty, Direktur Smell and Taste Center di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania, AS. Menurutnya, jika seseorang tak bisa mencium aroma kopi, kemungkinan ia mengalami anosmia.

Doty menambahkan, jika seseorang menelan makanan atau minuman, molekul akan naik melalui tepi rongga hidung dan mencapai reseptor penciuman di bagian atas. Menurut Doty, kopi dan cokelat adalah minuman yang memiliki rasa dan aroma yang cukup kuat. Jika seseorang tidak bisa merasakan kopi dan cokelat menurut Doty hal itu perlu dipertanyakan.

Profesor ilmu pangan, John E. Hayes dan asisten profesor epidemiologi, Cara Exten, dari Penn State, Amerika Serikat, menjelaskan cara mendeteksi virus corona menggunakan kopi juga pernah dilakukan seseorang ibu. Suatu sore ibu itu membuat secangkir kopi. Hal itu dilakukan untuk membuktikan apakah indra penciumannya masih bekerja dengan baik atau tidak.

Ternyata ibu itu tidak bisa mencium aroma kopi. Ia pun melanjutkan dengan menyemprotkan cairan pembersih beraroma pinus. Namun lagi-lagi ini tidak bisa mencium aromanya. Ibu itu pun akhirnya memutuskan melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

John Hayes mengatakan 44 hingga 77 persen penderita Covid-19 kehilangan indra penciuman. Sayangnya mereka kerap tidak menyadari hal itu. Itulah sebabnya skrening atau pembuktian menggunakan kopi bisa dilakukan.

Jadi mulai besok pagi, saat minum kopi, jangan lupa perhatikan penciuman Anda. Tidak ada salahnya Anda mencium aroma kopi yang akan diminum. Jika tidak bisa mencium aroma kopi, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter atau melakukan isolasi mandiri.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI