Beragam Manfaat di Balik Segarnya Kolang-kaling
berita
Sumber Foto: nova.grid.id
26 May 2019 16:30
Watyutink.com - Salah satu bahan makanan yang hampir tak pernah absen hadir untuk menu buka puasa adalah kolang-kaling. Bersama cincau dan timun suri buah dari pohon aren ini adalah paduan serasi penghilang dahaga selama bulan Ramadhan.

Ternyata kolang-kaling tak hanya segar, tapi juga sehat. Pasalnya buah berwarna putih bertekstur kenyal ini mempunyai banyak manfaat bagi tubuh.

Tahukah Anda, apa saja manfaat kolang -kaling bagi kesehatan?

Salah satu manfaat kolang-kaling adalah untuk mencukupi asupan cairan dalam tubuh. Mengkonsumsi kolang-kaling diyakini dapat menghindarkan tubuh dari dehidrasi atau kekurangan cairan. Pasalnya kandungan air dalam kolang-kaling cukup tinggi, yakni mencapai 93,8 persen dalam 100 gram.

Disamping itu, kolang-kaling juga mengandung sejumlah mineral dan vitamin seperti zat besi, fosfor, hingga kalsium.

Kolang-kaling juga mampu mengeyangkan tubuh lebih lama. Itulah sebabnya kolang-kaling sangat tepat bagi orang yang tengah menurunkan berat badan.

Setiap 100 gram kolang-kaling mengandung empat gram karbohidrat, 0,9 gram protein, dan 1,6 gram serat kasar. Saat mengkonsumsi buah ini, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna. Akibatnya, efek kenyang yang ditimbulkannya juga lebih lama.

Namun perlu diingat, jangan terlalu banyak menambahkan pemanis saat makan kolang-kaling.

Manfaat lain makanan ini adalah melancarkan sistem pencernaan. Pasalnya kolang-kaling mengandung serat kasar yang setara dengan sayuran, seperti gandum hingga bayam. Serat kasar yang tak larut dalam cairan dapat menambah massa feses dan mendukung pergerakan organ pencernaan.

Selain untuk pencernaan, serat jenis ini berguna untuk menurunkan risiko penyakit dalam seperti diabetes, hipertensi, dan stroke. Namun hal itu hanya apabila kolang-kaling dikonsumsi secara alami.

Buah kolang-kaling ternyata mengandung senyawa gula polisakarida bernama  galactomannan yang berfungsi sebagai antioksidan dan menghambat proses penuaan dini.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pharmacognosy Research membuktikan bahwa galactomannan dapat memerlambat lebih dari 50 persen tirosinase, yakni senyawa yang bekerja dalam sintesis melanin serta memberikan warna kulit.  

Sebanyak 91 gram kalsium dan 243 gram fosfor yang terkandung dalam 100 gram kolang-kaling diyakini membuat buah ini cukup baik memelihara kesehatan dan kekuatan tulang.

Selain tulang, fosfor juga berfungsi memperkuat gigi, mencegah risiko osteoporosis, memelihara jaringan tubuh, menghasilkan energi, serta menjaga fungsi syaraf. 

Namun semua manfaat tersebut bisa hilang jika salah dalam penyajiannya. Salah satunya saat kolang-kaling diolah menjadi manisan. Bukan hanya manfaatnya yang hilang tapi justru bisa memicu diabetes dan obesitas. Itulah sebabnya sebaiknya kontrol setiap makanan yang akan kita konsumsi. Agar manfaat dan kandungan di dalamnya tidak hilang.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FX Sugiyanto, Prof.

Guru Besar Universitas Diponegoro

FOLLOW US

Pengusaha Harus Aktif Lobi AS             Kematian Petugas KPPS Tidak Ada Yang Aneh             Memerangi Narkoba Tanggung Jawab Semua Pihak             Pendekatan yang 'Teenager Friendly'             Pendampingan Tiga Tungku             Perda Dulu Baru IMB             Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan             Kematian Petugas Medis; Pemerintah Harus Berbenah             Daerah Terpencil Sebagai Indikator Keberhasilan             Resiko Petugas Sosial