Beragam Obat dan Vitamin yang Perlu Disediakan Saat Isolasi Mandiri
berita
Sumber Foto : iStockphoto/Simon2579
03 July 2021 16:00
Watyutink.com - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir membuat banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien. Bahkan banyak fasilitas kesehatan tidak lagi mampu menampung pasien.

Itulah sebabnya pemerintah menyarankan pasien dengan katagori ringan melakukan isolasi mandisi. Sehingga fasilitas kesehatan hanya merawat pasien dengan katagori sedang hingga berat. 

Sayangnya banyak yang bingung saat melakukan isolasi mandiri atau isoman. Terutama soal bagaimana merawat diri, termasuk obat-obatan apa yang harus dikonsumsi.   

Para ahli menyebut sampai saat ini belum ada obat yang secara definitif bisa mencegah atau mengobati Covid-19. Meski demikian beberapa jenis obat-obatan bisa dikonsumsi selama menjalani isolasi mandiri guna meredakan gejala yang muncul. 

TahukahAnda, apa saja obat-obatan yang bisa dikonsumsi selama isolasi mandiri? 

Direktur Rumah Sakit Tata Memorial, Mumbai, India dr CS Pramesh mengatakan obat yang perlu dipersiapkan selama isolasi mandiri adalah,   

Parasetamol

Dr Pramesh, mengatakan jika saturasi oksigen pasien baik-baik saja dan tidak memiliki gejala selain demam maka obat yang dibutuhkan hanyalah parasetamol. 

Inhaler Budesonide

Meski ada beberapa data yang mengatakan menghirup Budesonide membantu pulih lebih cepat, bukan berarti ini adalah titik akhir yang sulit seperti penurunan angka kematian, jelas Pramesh. 

Sedangkan berdasarkan protokol tata laksana Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, beberapa obat-obatan yang disarankan selama isolasi mandiri adalah   

Vitamin C, dengan pilihan, 

-Tablet vitamin C non asam 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)

- Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)

- Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari),

- Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, dan seng.

Vitamin D, dengan pilihan,

- Suplemen: 400 IU-1.000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet larut, tablet kunyah, tablet isap, kapsul lunak, serbuk, sirup.

- Obat: 1.000-5.000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1.000 IU dan tablet kunyah 5.000 IU).  

Sediakan pula obat-obatan suportif, baik tradisional (fitofarmaka) maupun obat modern asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM. Obat-obatan tersebut  bisa diberikan dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien. 

Pasien juga bisa mengonsumsi obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan, antivirus, obat batuk dan obat untuk penderita komorbid dan komplikasi yang ada. 

Namun sebelumnya, pastikan selalu mengecek izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Selalu berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terkait dosis.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF