Berkenalan dengan ART, Kereta Unik Tanpa Rel
berita
Autonomous Rail Rapid Transit (ART)/ Net
04 October 2019 09:55
Watyutink.com – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwa untuk sarana transportasi di Ibu Kota Baru selain moda transportasi yang sudah dikenal saat ini, seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), juga akan disiapkan Autonomous Rail Rapid Transit (ART). Menurutnya transportasi ini merupakan kombinasi antara kereta dan bus  yang semuanya digerakkan oleh listrik. Selain China, Australia dan Jerman sudah menggunakan moda transportasi ini.

Tahukah Anda, bagaiman cara beroperasinya kereta tanpa rel dan kabel listrik ini?

ART resmi dikembangkan oleh China pada bulan Juni 2017.  Kereta ini merupakan sistem transportasi futuristik karena menggunakan jalur rel virtual. Kereta tanpa kabel lisrik dan rel ini diuji coba di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan, China.

Cara bekerja kereta ini adalah dengan melintasi jalan biasa – sama seperti mobil atau kendaraan lainnya. Yang membedakan adalah pada ban yang digunakan terbuat dari karet dan jalan-jalan yang akan dilalui akan dilukis garis warna tertentu (misalnya putih). Nah, kereta ART ini hanya mengikuti ke mana garis putih tersebut mengarah.  

ART bisa mengikuti jalur garis putih ini karena jalur ini dilengkapi sensor yang berhubungan langsung dengan kereta. Jadi mirip dengan rel biasa, jalur putih ini seperti menuntun kereta untuk bergerak.

Mungkin kesederhanan konsep inilah yang menyebabkan harga tiket kereta ini relatif tidak terlalu mahal, dan menjadi alternatif dari kereta bawah tanah. Kereta ini juga dapat menampung ratusan penumpang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

FOLLOW US

Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja