Bisa Menyebar Melalui Udara, Gunakan Masker Ganda untuk Cegah Tertular Covid-19 Varian Delta
berita
Sumber Foto : istimewa
26 June 2021 16:35
Watyutink.com - Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di tanah air dalam beberapa saat terakhir dipastikan menjadi kekhawatiran semua masyarakat. Terlebih virus corona atau Covid-19 yang kini menyerang Indonesia adalah varian Delta dari India. Varian ini diketahui lebih ganas dibanding Covid-19 varian awal.

Kekhawatiran masyarakat semakin besar lantaran muncul kabar Covid-19 Varian Delta bisa menular melalui udara. Artinya tanpa bersentuhan pun seseorang bisa tertular jika berada di ruangan yang sama dengan orang yang terpapar Covid-19.

Hasil tracing di Australia menunjukkan, penularan Covid-19 bisa terjadi hanya dengan cara berpapasan dengan orang yang tertular Covid-19 Varian Delta.

Tahukah Anda, kabar tersebut benar atau hanya isu belaka?

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM mengungkapkan kabar tersebut adalah nyata dan bukan isapan jempol semata.

Melalui cuitan di akun twitternya @ProfesorZubairi, Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini menjelaskan transmisi cepat dari Varian Delta bukan candaan. Itu adalah hasil tracing di Australia untuk kasus-kasus baru. Mereka menyelidiki penularan yang terjadi di Bondi Junction Westfield, sebuah pusat perbelanjaan, yang menunjukkan bagaimana cepatnya penularan Delta.

Menurutnya, hal itu menjadi konsern para ahli. Terlebih kejadiannya tidak terjadi sekali saja di sana. Itulah sebabnya pejabat kesehatan Australia mengingatkan, penularan virus tidak lagi butuh waktu hingga 15 menit. Covid-19 bisa menular hanya dalam hitungan detik.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Kramat 128, Jakarta ini menambahkan ahli virologi Universitas Griffith Lara Herrero mengatakan, dalam momen transmisi yang terekam di CCTV itu, virus didapati bertahan di udara cukup lama—sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi.

Transmisi kontak sekilas ini telah didukung oleh pernyataan-pernyataan beberapa tokoh. Termasuk Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan juga ahli epidemiologi dunia Eric Feigl-Ding.

Sehingga secara global, Covid-19 Varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Namun menurut Prof Zubair i kabar baiknya adalah sebagian besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan Covid-19 Varian Delta ini.

Itulah sebabnya sangat dianjurkan seseorang mengikuti program vaksinasi. Hal ini guna meningkatkan proteksi atau perlindungan dari serangan Covid-19. Selain itu penerapan protokol kesehatan (prokes) wajib dilakukan. Kegiatan 3M, yakni memakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak harus senantiasa dilakukan.

Bahkan saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan masyarakat  menggunakan masker ganda. Melalui akun twitter resminya @KemenkesRI, Kamis 24 Juni 2021, disebutkan bahwa penggunaan masker ganda menjadi salah satu cara efektif untuk melindungi diri dari penularan Covid-19

Kemenkes menyarankan dua masker yang digunakan dari jenis yang berbeda. Misalnya,  masker kain di bagian luar dan masker media di dalam. Pastikan masker bisa menutup hidung dan mulut secara sempurna. Selain itu masker tidak mengganggu pandangan dan tetap bisa mudah bernapas. Kombinasi keduanya memiliki tingkat efektivitas yang baik dalam mencegah percikan droplet.

Kemenkes menyarankan tidak menggunakan  dua masker medis secara bersamaan. Termasuk masker N95 tidak boleh dikombinasi dengan masker lainnya. Sebab, masker itu sudah dinilai memiliki kemampuan filtrasi tinggi.
 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF