Bukan Hanya Bagi Gigi, Siwak juga Bermanfaat Mencegah Kanker, Alzheimer dan Meningitis
berita

17 January 2019 16:55
Watyutink.com - Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal kayu siwak. Terutama bagi umat Islam, kayu siwak adalah salah satu anjuran Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Bahkan umat Islam dianjurkan ‘bersiwak’ sesaat sebelum sholat.

Tahukah Anda, ternyata bukan hanya berguna bagi kesehatan gigi kayu siwak juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh?

Pohon siwak atau miswak, mempunyai nama latin Salvadora Persica. Orang Arab menyebutnya pohon arak. Ranting, akar, atau batang kecil dari pohon ini bersifat lembut, berserat, dan sedikit basah. Kandungan alami antimikrobial dan antidecay sistem yang dikandungnya membuat kayu siwak efektif digunakan untuk mengikis plak disele-sela gigi dan membersihkan kotoran dibagian dalam mulut.   

Pada 1996 dan 2000 World Health Organization (WHO) pernah melakukan penelitian tentang kayu siwak. Hasilnya diketahui kayu siwak mengandung berbagai mineral alami yang mampu membunuh bakteri yang mengganggu kesehatan gigi dan mulut.

Selain itu mineral alami tersebut bermanfaat pula untuk mencegah berbagai penyakit seperti mencegah kanker. Studi yang dilakukan di Pakistan pada 1981 membuktikan komposisi kimiawi dalam tanaman ini mampu mencegah berkembangnya berbagai jenis kanker.

Menggosok gigi dengan siwak ternyata juga bermanfaat untuk menstimulasi biologically active spot yang berfungsi meredakan rasa sakit dan mengurangi ketegangan otot neurofefleks.

Fungsi lain dari kayu siwak adalah sebagai antibakteri dan anti radang yang dapat mencegah bakteri trigunirus mencapai otak. Bakteri trigunirus adalah bakteri penyebab penyakit meningitis.  

Penelitian yang dilakukan New York University menyebutkan siwak dapat mencegah pikun dan penyakit alzheimer.  Salah satu penyebab penyakit alzheimer adalah radang gusi yang dipicu penumpukan plak dan mulut yang kurang bersih.  Khasiat kayu siwak yang efektif membersihkan mulut dan gigi dipercaya mampu mencegah penyakit alzheimer berkembang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting