Bukan Jambu Biji Penyebab Usus Buntu, Tapi Kurang Air Putih
berita
Sumber Foto : liputan6.com
28 February 2019 16:45
Watyutink.com – Selama ini kita menganggap buah jambu biji sebagai penyebab penyakit usus buntu. Banyak yang beranggapan biji dari buah tersebut jika tertelan tidak bisa dicerna dalam lambung. Akibatnya, biji tersebut bakal menyumbat usus buntu yang berakibat pembengkakan dan peradangan usus buntu.

Padahal sebenarnya penyakit usus buntu bukan disebabkan memakan buah jambu biji.

Tahukah Anda, apa sebenarnya penyebab usus buntu dan bagaimana cara mengobatinya?

Radang usus buntu dapat terjadi pada anak-anak maupun dewasa, mulai dari umur 10 hingga 30 tahun. Penyakit usus buntu terjadi akibat adanya sumbatan pada usus buntu, baik sebagian maupun total.

Penyakit usus buntu juga terjadi karena infeksi pada rongga usus buntu. Dalam kondisi ini, bakteri berkembang biak dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, hingga bernanah. Beberapa faktor juga menjadi pemicu radang usus buntu, di antaranya hambatan pada pintu rongga usus buntu dan penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya. Selain itu tinja atau pertumbuhan parasit yang menyumbat rongga usus buntu serta cedera pada perut juga bisa menyebabkan usus buntu.

Pakar kesehatan dan gizi, Inge Permadhi mengatakan penyebab usus buntu justru disebabkan kurangnya asupan air putih. Inge menjelaskan, jika seseorang mengkonsumsi banyak makanan berserat tapi tidak cukupi minum air putih, maka saluran pencernaan akan kesulitan mendorong sisa makanan yang sudah dicerna.

Akibatnya, serat di dalam saluran pencernaan akan menggumpal dan tidak bisa segera dikeluarkan lewat buang air besar. Jika jumlah kotoran ini sudah terlalu banyak dan menumpuk hingga mencapai usus buntu, akan mennyebebkan peradangan. Hal inilah yang sering disebut sebagai penyakit usus buntu.

Itulah sebabnya untuk mencegah terjangkit penyakit usus buntu, Inge menyarankan agar kita rajin dan cukup minum air putih. Pastikan minum delapan gelas atau dua liter air putih setiap hari untuk menjaga kesehatan ginjal dan saluran pencernaan.

Penyakit usus buntu ditandai dengan gejala berupa nyeri pada perut. Posisi nyeri bisa berbeda-beda, tapi umumnya berawal dari pusar dan bergerak ke perut sebelah kanan. Dalam waktu beberapa jam, rasa nyeri akan semakin parah, terutama saat bergerak, menarik napas, batuk, atau bersin. Selain itu, rasa nyeri bisa muncul secara mendadak, bahkan saat tidur.

Nyeri perut juga disertai gejala lain, seperti kehilangan nafsu makan, perut kembung, tidak bisa kentut, mual, konstipasi, diare dan disertai demam.

Jika mengalami gejala seperti itu, maka segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya jika sudah terserang usus buntu maka cara penyembuhannya melalui operasi. Terlebih jika usus buntu telah pecah hingga mengakibatkan infeksi rongga perut atau peritonitis. Prosedur operasi dilakukan dengan cara pengangkatan usus buntu atau apendektomi.

Sedangkan pada kondisi yang lebih ringan, penyakit usus buntu bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik untuk memulihkan kondisi pasien, sehingga operasi tidak perlu dilakukan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik