Cara Sederhana Menangani Mimisan
berita
Sumber Foto: hellosehat.com
26 November 2018 17:45
Pernahkah Anda mimisan, keluar darah dari hidung? Mimisan bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga usia lanjut. Beberapa menganggap mimisan adalah kejadian biasa dan dengan mudah diatasi.

Tapi, tahukah Anda, banyak orang yang salah dalam menangani mimisan.

Mimisan mempunyai nama medis "Epistaksis", adalah suatu kondisi di mana terjadi keluarnya darah dari hidung. Penyebabnya bisa beragam, antara lain akibat adanya luka di hidung, iritasi mukosa hidung, kelainan darah hingga tumor. Mimisan ada dua jenis, yaitu epistaksis anterior atau bagian depan dan epistaksis posterior atau bagian belakang. Namun yang sebagian besar terjadi adalah  epistaksis anterior.

Saat mimisan banyak orang menyarankan untuk menengadahkan kepala atau berbaring. Padahal cara semacam ini salah bahkan cenderung berbahaya. Darah yang keluar justru bisa berbalik masuk kembali dan bisa menyumbat jalan napas.

Disarankan, saat mimisan kita disarankan tetap tegak sambil sedikit mengarahkan tubuh ke depan. Dapat juga dibantu dengan memencet cuping hidung selama 10 menit. Tujuannya agar pendarahan berhenti. Usahakan sementara bernafas menggunakan mulut dan sebisa mungkin jangan sampai bersin. Kompres menggunakan es yang dibungkus handuk. Jika mimisan masih berlanjut segera hubungi dokter.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting