Cegah Kanker, Diabetes dan Osteoporosis dengan Rutin Makan Tempe Mentah
berita
Ilustrasi/ Net
28 March 2021 16:45
Watyutink.com – Tempe adalah makanan asli Indonesia. Makanan berbahan dasar kedelai ini dikenal dunia sebagai salah satu warisam budaya dunia dibidang kuliner. Kelezatan tempe tak perlu diragukan lagi. Siapapun dijamin bakal tertarik menikmati tempe goreng yang tersaji, terutama saat masih hangat. 

Tempe juga kerap hadir menemani secangkir teh atau kopi. Tidak hanya tampil dalam wujud digoreng, tempe juga sering diolah menjadi aneka jenis masakan, baik makanan ringan maupun lauk pendamping nasi. 

Selain nikmat, tempe juga dikenal sebagai makanan sehat. Beragam nutrisi dalam tempe membuatnya sangat baik dalam menjaga kesehatan. Itulah sebabnya makanan yang terbuat dari kedelai ini sangat dianjurkan dijadikan menu makan sehari-hari. 

Namun banyak yang tidak mengetahui manfaat tempe bagi kesehatan akan lebih terasa jika dimakan dalam kondisi mentah. Kandungan nutrisi dalam tempe mentah diyakini lebih alami dibandingkan yang sudah dimasak atau digoreng.

Tahukah Anda, apa saja manfaat mengonsumsi tempe mentah?

Pakar kesehatan herbal, dr Zaidul Akbar mengatakan kandungan nutrisi seperti protein dalam tempe akan rusak ketika mengalami proses pemanasan. Itulah sebabnya menggoreng tempa akan mengurangi manfaat yang terkandung di dalamnya. Zaidul menjelaskan dalam dunia medis ada yang disebut denaturasi. 

Tidak hanya terjadi pada tempe, denaturasi juga terjadi pada bahan makanan lainnya, seperti telur. Kandungan protein dan zat-zat lain dalam telur bisa rusak setelah mengalami pemanasan. Itulah sebabnya telur sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi mentah dibandingkan didadar atau diceplok. 

Penulis buku Jurus Sehat Rasulullah (JSR) ini menambahkan, tempe mentah bermanfaat untuk menyehatkan sistem pencernaan. Pasalnya tempe mentah mempunyai fungsi sebagai prebiotik alami.
Tempe diketahui terbuat dari fermentasi. 
 
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang ini menjelaskan prebiotik yangterbuat dari proses fermentasi adalah makanan terbaik bagi pencernaan. Selain itu mengonsumsi tempa mentah akan memperbaiki perasaan hati. Pasalnya sumber mood booster tubuh terletak di pencernaan. Itulah sebabnya jika pencernaan, susana hati atau mood juga akan menjadi lebih baik. 

Mengonsumsi tempe mentah diyakini juga bisa menurunkan kadar kolesterol. Pasalnya kandungan isoflavon kedelai dapat membantu menurunkan kadar total kolesterol jahat. Sedangkan kandungan niasin dalam meningkatkan kadar kolesterol baik yang berfungsi membersihkan plak atau lemak dari pembuluh darah arteri.

Tempe juga memiliki kandungan vitamin D, vitamin K, dan kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan tulang. Itulah sebabnya rutin mengonsumsi tempe, terlebih dalam kondisi mentah, diyakini dapat memperkuat dan meningkatkan kesehatan tulang. Kepadatan tulang akan bertambah dan tubuh terhindar dari penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang. 

Isoflavon dalam tempe juga dapat mencegah penyakit kanker. Pasalnya isoflavon dikenal kaya akan kandungan antioksidan yang dapat melawan efek buruk radikal bebas penyebab kanker. Isoflavon juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mencegah peradangan serta melindungi sel dari kerusakan.

Bagi penderita diabetes sangat dianjurkan mengonsumsi tempe mentah. Pasalnya tempe dapat membantu memproduksi enzim glukoneogenesis. Enzim ini sangat membantu mengkonvensi asam amino menjadi gula. Itulah sebabnya enzim glukoneogenesis sangat bermanfaat menjaga kadar gula darah tetap normal.

Untuk mendapatkan manfaat tempe, Zaidul menyarankan mengolahnya menjadi sandwich. Caranya dengan memakan tempe beserta kurma. Zaidul menyebut kombinasi tempe mentah dan kurma sangat ampuh menjaga kesehatan pencernaan. Pasalnya kedua bahan makanan tersebut adalah prebiotik alami.

Bisa juga dengan mengolah tempe mentah dan kurma menjadi jus dan rutin meminumnya. Jus tempe juga bisa digunakan sebagai minuman pengganti susu. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI