Cegah Kematian Mendadak Saat Berolah Raga dengan Makanan Sehat, Stop Rokok dan Minuman Beralkohol
berita
Ricky Yakobi/ Ist
23 November 2020 16:58
Watyutink.com – Peristiwa meninggal dunia mendadak saat tengah berolah raga kembali terjadi. Kali ini bahkan menimpa salah satu legenda sepak bola tanah air. Ricki Yacobi, mantan kapten sekaligus striker andalan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia meninggal dunia pada Sabtu 21 November 2020. Saat itu Ricky tengan menjalani  pertandingan sepak bola Trofeo Medan Selection di Lapangan A, Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Mantan pemain Arseto Solo dan PSMS Medan ini disebut-sebut mengalami serangan jantung. Meski sempat dilarikan ke RS AL Mintoharjo tak jauh dari GBK, nyawa Ricky tak bisa diselamatkan. Sang legenda sepak bola Indonesia itu pun menghembuskan nafas terakhirnya masih dengan berbalut kostum sepak bole berwarna oranye.

Ricky diduga menderita serangan jantung akibat kurang beristirahat. Itulah sebabnya para ahli kesehatanmengingatkan kembali perlunya mengetahui kondisi tubuh sebelum berolah raga. Hal ini penting untuk menghindari serangan jantung yang mengakibatkan kematian mendadak, terutama saat berolah raga, bekerja, atau beraktivitas lainnya.

Tahukah anda, bagaimana menjaga tubuh agar tidak terkena serangan jantung saat berolah raga atau beraktivitas?

Dokter ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, dr Ade Meidian Ambari SpJP(K) mengatakan henti jantung mendadak seperti yang dialami Ricky Yacobi biasanya disebabkan penyakit jantung koroner. Umunya kejadian ini menimpa orang dengan usia diatas 40 tahun. Namun menurut Ade, orang dengan usia di bawah 35 tahun juga bisa mengalami henti jantung mendadak. Terutama mereka yang mengalami kelainan jantung bawaan.

Itulah sebabnya menurut Ade penting bagi orang yang berusia di atas 40 tahun melakukan medical check up. Hal ini guna mengetahui risiko jantung koroner yang mungkin dimilikinya. Jika diketahui sejak awal, bisa diketahui pula olah raga atau aktivitas fisik apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Ade menjelaskan jika seseorang melakukan aktivitas berat, kinerja jantung akan menjadi lebih berat pula. Pada kondisi tersebut penderita jantung koroner berisiko mengalami penyempitan pembuluh darah yang memicu henti jantung. Biasanya ditandai dengan nyeri dada dan sesak nafas. Rasa nyeri seperti ditusuk juga terasa hingga ke punggung. Bukan hanya berolah raga, kegiatan sehari-hari seperti naik tangga juga bisa memicu henti jantung.

Beberapa tips bisa dilakukan untuk mencegah terhadinya serangan jantung mendadak. Tips pertama yang perlu dilakukan adalah istirahat dengan cukup. Jangan memaksakan beraktivitas berat seharian. Hal itu diyakini bisa membuat jantung berdetak lebih cepat di malam hari. Tubuh yang lelah dan ditambah stres akan memicu peningkatan trigliserida, kolesterol jahat, dan tekanan darah tinggi.

Menjaga pola makan adalah seseuatu yang sangat penting. Pasalnya apa yang kita konsumsi sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Itulah sebabnya pemilihan jenis makanan dan minuman sangat penting. Pilihlah makanan dan minuman sehat, terutama yang kaya serat, rendah lemak trans dan sodium. Zat-zat atau nutrisi tersebut banyak terdapat pada sayur-sayuran dan buah-buahan. Itulah sebabnya konsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan.

Cara utama mencegah serangan jantung adalah menghindari asap rokok. Pasalnya senyawa nikotin dan aneka zat berbahaya dalam asap rokok bisa memicu peningkatan trigliserida, pengerasan arteri jantung, dan terhambatnya asupan nutrisi. Selain itu rokok juga menghambat asupan oksigen yang dibawa darah yang dibutuhkan jantung, lalu mengakibatkan kematian sel dan serangan jantung.

Selain rokok, minuman beralkohol juga wajib ditinggalkan. Pasalnya terlalu banyak konsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah yang memicu risiko serangan jantung termasuk morning surge, yakni kondisi ketika tekanan darah meningkat di pagi hari. Morning surge juga kerap menyebabkan serangan jantung.

Banyak melakukan aktivitas fisik memang berakibat baik bagi kesehatan. Namun perlu diperhatikan jenis aktivita apa yang bisa dilakukan. Sesuaikan dengan kondisi tubuh. Lakukan olah raga atau aktivitas fisik yang membuat Anda menjadi tenang, nyaman, dan santai. Memberikan waktu berkualitas untuk Anda sendiri pasti membuat bahagia dan meningkatkan produksi hormon endorphin dan serotonin yang membawa akibat baik bagi kesehatan.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI