Cegukan, Tidak Berbahaya Tapi Bisa Sangat Mengganggu
berita

18 February 2019 17:00
Watyutink.com - Anda pasti pernah mengalami cegukan. Meski tidak berbahaya tapi cegukan akan terasa sangat menganggu, terlebih saat setelah makan bersama kolega atau teman. Suara yang muncul dari cegukan dapat merusak suasana dan selera makan.

Tapi, tahukah Anda apa penyebab kita bisa mengalami cegukan?

Cegukan adalah suara yang muncul akibat adanya penegangan diafragma atau kontraksi. Diafragma adalah dinding otot yang memisahkan antara perut dengan dada. Fungsinya untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Kontraksi otot diafragma menyebabkan udara dari luar masuk ke paru-paru dengan cepat. Akibatnya, katup epiglotis harus segera menutup supaya makanan, minuman, atau air liur tidak ikut terisap ke paru-paru. Penutupan katup epiglotis yang mendadak inilah yang menimbulkan suara ‘hik’ saat cegukan.

Penyebab cegukan bisa bermacam-macam,  salah satunya akibat makan yang terlalu banyak dan terburu-buru. Makan berlebihan menyebabkan perut cepat membesar dan mendorong diafragma untuk berkontraksi. Hal inilah yang memicu keluarnya suara ‘hik’.

Sedangkan makan dengan terburu-buru membuat udara ikut masuk dalam tenggorokan saat menelan. Saat bersamaan, diafragma berkontraksi secara berlebihan dan epiglotis menutup dengan cepat agar tidak ada makanan yang masuk ke tenggorokan. Hingga akhirnya menyebabkan cegukan.

Beberapa jenis makanan juga bisa memicu cegukan, seperti makanan kering yang cenderung lebih sulit dikunyah atau ditelan. Jenis makanan ini rentan melukai dan mengiritasi lapisan kerongkongan. Sejumlah saraf yang ada di kerongkongan akan terangsang dan memicu kontraksi diafragma dan menyebabkan cegukan.

Efek serupa juga bisa muncul saat mengkonsumsi makanan panas, pedas atau bersoda. Gelembung udara dari minuman akan memenuhi rongga perut dan merangsang kontraksi diafragma, penyebab cegukan.

Selain makanan, suhu udara juga bisa menyebabkan cegukan. Suhu yang naik turun secara mendadak bisa merangsang saraf kerongkongan dan menyebabkan kontraksi diafragma secara berlebihan dan memicu cegukan.

Penyebab selanjutnya adalah kondisi kejiwaan dan emosi seseorang. Para ahli meyakini  kondisi emosi seseorang yang berlebihan cenderung menelan udara lebih banyak. Sebab biasanya, orang yang sedang marah atau sangat bahagia cenderung melampiaskan emosinya dengan makan banyak. Semakin banyak udara yang tertelan, maka diafragma akan semakin berkontraksi dan menyebabkan cegukan. Hal yang sama dialami saat seseorang sedang stres.

Cegukan yang normal biasanya terjadi selama kurang dari 48 jam dan akan berhenti dengan sendirinya. Jika lebih dari itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998