Ciplukan, Kecil-kecil Kaya Manfaat
berita

29 May 2019 16:15
Watyutink.com - Tanaman ciplukan sering dianggap sebagai pengganggu tanaman palawija. Namun sekarang tanaman ini diburu dan dijual dengan harga tinggi. Di Indonesia, harga buahnya mencapai Rp200 ribu - Rp500 ribu per kilogramnya. Tingginya harga buah ciplukan sepadan dengan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Tahukan Anda manfaat dari tanaman ciplukan bagi tubuh?

Buah ciplukan mengandung vitamin C dan zat antioksidan seperti karotenoid, polifenol, dan withanolides yang mampu menangkal radikal bebas, merangsang produksi sel darah putih, mencegah timbulnya katarak, dan menghentikan penyebaran kanker payudara. Selain itu, buah ini mengandung asam oleat dan linoleat yang terbukti ampuh menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Semua manfaat ini dapat diperoleh dengan mengkonsumsi buah ciplukan secara rutin setiap hari.

Daun ciplukan memiliki efek anti-inflamasi dan analgesik yang mampu menenangkan sekaligus mempercepat penyembuhan radang sendi, patah tulang, nyeri perut, asam urat, dan wasir. Selain itu, daun ini memiliki efek sitotoksik yang mampu menginduksi kematian (apoptosis) sel kanker payudara dan menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis atau penyakit TBC. Semua manfaat ini dapat diperoleh dengan mengkonsumsi ekstrak daunnya atau mengkonsumsi air rebusan daunnya.

Selain itu, daun ciplukan mengandung glikosida flavonoid (luteolin) yang dapat dijadikan obat luar untuk masalah kulit seperti bisulan, luka, dan borok. Glikosida flavonoid (luteolin) berfungsi untuk mengurangi resiko peradangan. Untuk mengobati bisulan dapat dengan cara mengoleskan air rebusan daun ceplukan ke bisul yang telah meradang. Untuk mengobati luka dan borok dapat dilakukan dengan cara menumbuk daun ciplukan lalu dioleskan pada luka atau borok yang meradang.

Pada bagian akar dan tunas tanaman ciplukan mengandung alkaloid dan saponin. Alkaloid dalam dunia medis berfungsi untuk penahan rasa sakit atau pereda nyeri, sedangkan saponin berfungsi sebagai antivirus. Bagian tumbuhan ini dapat digunakan sebagai pereda rasa nyeri saat demam dan sebagai obat cacing. Manfaat ini dapat diperoleh dengan mengkonsumsi air rebusan akarnya. (zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI

FOLLOW US

Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja             Stop Bakar Uang, Ciptakan Profit             Potensi Korupsi di Sektor Migas