Daun Salam Bermanfaat Bagi Kesehatan, tapi Tetap Waspadai Efek Sampingnya
berita

27 January 2019 17:00
Watyutink.com - Bagi Anda yang gemar atau sering memasak pasti tidak asing lagi dengan daun salam. Aromanya yang khas banyak digunakan untuk menyedapkan makanan. 

Tahukah Anda, ternyata daun salam juga bisa berfungsi sebagai obat bagi beberapa penyakit? 

Sebagai tanaman herbal, daun salam dipercaya mempunyai manfaat bagi kesehatan. Salah satu penyakit yang dapat dicegah adalah hipertensi atau daah tinggi. Meminum rebusan air daun salam diyakini membuat tekanan darah menjadi lebih baik. 

Air rebusan daun salam juga berguna untuk menjaga kesehatan mata dari berbagai kerusakan seperti katarak, degeneratif makula dan mata minus. Selain itu daun salam juga bisa menyehatkan jantung, hati dan ginjal. Kelebihan kadar kolesterol dalam tubuh yang dapat memicu gangguan ketiga organ penting itu bisa diturunkan dengan rutin meminum rebusan air daun salam. 

Bagi Anda yang mempunyai masalah dengan asam urat tidak ada salahnya rutin mengkonsumsi rebusan air daun salah. Sebab rebusan daun dalam ini bisa menurunkan kadar asam urat yang menumpuk di persendian tubuh. 

Namun selain manfaatnya, perlu diwaspadai pula efek samping dari daun salam. Bagi penderita diabetes, penggunaan daun salam akan membuat sulit mengontrol kadar gula darah. 

Bagi ibu hamil dan menyusui sebaiknya hentikan dulu mengkonsumsi daun salam. Pasalnya hingga saat ini, belum ada informasi yang akurat tentang takaran penggunaan daun salam untuk ibu hamil dan menyusui.

Selain itu bagi Anda yang akan menjalani prose bedah, sebaiknya hentikan mengkonsumsi daun salam. Sebab dapat memperlambat kinerja sistem saraf pusat. Dikhawatirkan efek ini menjadi makin jelas ketika dikombinasikan dengan obat-obatan anestesi pada saat menjalani pembedahan dan setelahnya.

Perlu diingat, daun salam tidak dapat dikunyah atau dikonsumsi langsung. Struktur dasar dari daun salam membuatnya tidak dapat dicerna meskipun sudah dikunyah. Sehingga saat di dalam perut, keadaannya akan tetap utuh meski sudah melewati sistem pencernaan.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting