Daun Singkong, Banyak Manfaatnya tapi Jangan Dimakan Mentah
berita
Sumber Foto: vietnamnet.vn
23 December 2018 15:00
Watyutink.com - Pernahkah Anda mendengar syair lagu Koes Ploes yang berbunyi “tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Lagu itu menggambarkan kesuburan tanah Nusantara. Ternyata yang dimaksud ‘tongkat kayu’ dalam lagu itu adalah pohon singkong. Cara menanam singkong memang hanya dengan menancapkan batangnya ke tanah. Maka tumbuhlah tanaman singkong yang berdaun hijau. 

Tahukah Anda, ternyata daun singkong mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. 

Daun singkong ternyata tergolong sayuran berprotein tinggi. Bahkan lebih tinggi dibandingkan sayur bayam. Selain itu daun singkong juga termasuk makanan tinggi serat.

Protein dalam daun singkong dibutuhkan menggantikan protein yang hilang lewat rambut, kulit, dan jaringan tubuh.

Kandungan protein pada daun singkong diyakini dapat membantu produksi hormon dan enzim yang dibutuhkan tubuh. Mengonsumsi makanan yang mengandung protein bisa membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Sehingga baik dikonsumsi bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

Sedangkan serat yang dikandung daun singkong dibutuhkan untuk menyerap air dan memperlancar pencernaan. 

Meski banyak mengandung manfaat, namun tidak disarankan mengonsumsi daun singkong mentah. Sebab, akar dan daun singkong mentah memiliki kandungan sianida yang berbahaya bagi tubuh. Jika merasakan gejala alergi atau keracunan setelah mengonsumsi daun singkong, segera hubungi dokter.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting