Dilarang Nabi Muhammad SAW, Kebiasaan Meniup Makanan Minuman Panas Picu Batu Ginjal Hingga Penyakit Jantung
berita

05 September 2019 11:15
Watyutink.com - Salah satu kebiasaan yang dilarang Nabi Muhammad SAW adalah meniup makanan dan minuman yang masih panas. Dalam ajaran Islam hal ini berkaitan dengan adap agar kotoran tidak jatuh dalam minuman atau makanan. Ternyata dalam dunia kesehatan pun sependapat dengan larangan Nabi Muhammad SAW tersebut.

Tahukah Anda ternyata meniup makanan dan minuman panas itu berbahaya?

Ketika ingin menyantap makanan atau minuman yang masih panas, secara refleks kita akan meniup-niupnya agar cepat dingin. Cara ini membuat makanan dingin tapi berbahaya bila dikonsumsi.

Baca Juga

Ahli gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Pramono, menjelaskan meniup makanan dan minuman akan memberikan peluang transfer virus atau bakteri dari mulut ke santapan yang akan dikonsumsi. Beberapa virus tersebut seperti influenza, TBC, bahkan hepatitis. Virus atau bakteri biasanya berkumpul pada sisa makanan di mulut yang tidak dibersihkan dengan baik.

Meniup makanan yang mengandung kalsium oksida seperti makanan kaleng mengakibatkan batu ginjal. Kalsium oksida akan bereaksi dengan karbon dioksida membentuk batu kapur (CaCO3). Endapan kapur ini apabila berlebihan menimbulkan batu ginjal.

Ketika meniup makanan, mulut kita akan mengeluarkan air (H2O) dan Karbondioksida (CO2) yang mana kedua senyawa ini bereaksi membentuk senyawa asam karbonat. Senyawa asam ini mampu mempengaruhi kadar pH dalam darah sehingga memunculkan penyakit jantung.

Melihat fakta-fakta tersebut, lebih baik menunggu hidangan menjadi lebih dingin dari pada membahayakan kesehatan.

(Zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Robin, S.Pi., M.Si.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kandidat Doktor IPB, Tenaga Ahli Komisi IV DPR-RI

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik