Garam Sebabkan Darah Tinggi, Benarkah?
berita

23 November 2018 16:30
Banyak orang takut makan makanan yang banyak mengandung garam. Mereka beralasan makan berasa asin cenderung menyebabkan darah tinggi atau hipertensi.

Tahukah Anda, anggapan semacam itu tidak sepenuhnya benar. Artinya penyebab darah tinggi bukan hanya garam, melainkan ada beberapa sebab lainnya.

Hipertensi adalah kondisi kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan dan gaya hidup. Memang, hasil penelitian membuktikan garam dapur adalah salah satu faktor utama pemicu hipertensi. Namun hal ini lebih disebabkan oleh gaya hidup. Pasalnya risiko yang ditimbulkannya berbeda-beda pada setiap orang.

Garam atau natrium klorida adalah senyawa yang terdiri dari 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Keduanya adalah elektrolit yang penting bagi kesehatan.

Asupan garam berlebih akan merusak keseimbangan natrium dan kalium. Akibatnya kerja ginjal menjadi tidak baik dan muncul retensi atau penumpukan cairan diikuti dengan naiknya tekanan darah. Kebanyakan asupan garam juga menekan dinding arteri. Lama kelamaan dinding arteri akan menebal dan sempit, sehingga tekanan darah pun makin naik. Pada akhirnya, arteri akan pecah atau tersumbat.

Cara terbaik membatasi garam adalah dengan mengurangi makanan instan dalam kemasan dan menggantinya dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin, mineral, serat, dan nutrisi penting lainnya. Apalagi bila dibarengi asupan magnesium dan kalium yang seimbang, maka garam tidak perlu ditakuti.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting