Gejala Diabetes Pada Anak, Waspadalah
berita
Sumber Foto : deherba.com (gie/watyutink.com)
01 November 2018 17:00
Anak Anda suka makan permen dan minum manis? Mungkin Anda beranggapan hal itu wajar saja, namanya juga anak-anak yang penting rajin gosok gigi agar giginya tidak bolong.

Tapi tahukah Anda terlalu sering mengkonsumsi makanan dan minuman manis bukan hanya menyebabkan gigi rusak, tapi juga dapat meningkatkan resiko anak terserang diabetes mellitus (DM). Ahli endokrin anak, Dr. dr. Aman Pulungan, Sp.A (K), mengungkapkan orang tua mesti mewaspadai gejala-gejala diabetes mellitus (DM) pada anak.

Gejala yang paling sering terjadi antara lain anak sering haus, lapar, kencing, gatal, dan berat badan menurun drastis.  Selain memerhatikan ciri fisik anak, orangtua juga disarankan melakukan periksa gula darah anak. Kadar gula darah normal anak itu antara 100 mg/dl hingga 200 mg/dl. Bila kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl sudah dikategorikan diabetes.

Terdapat dua tipe penyakit diabetes delitus, DM1 dan DM2. Keduanya patut diwasapdai, meskipun faktanya penderita DM1 jumlahnya lebih banyak. Dalam kondisi terparah, DM1 bisa menyebabkan pasien meninggal.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia ini menegaskan DM tidak hanya dipengaruhi faktor keturunan. Pola makan dan gaya hidup justru lebih banyak berpengaruh. Oleh sebab itu jagalah pola makan anak Anda agar terhindar dari diabetes mellitus dan penyakit lainnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Enny Sri Hartati, Dr.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi