Gigi Ompong Sebabkan Demensia atau Pikun, Segera Pasang Gigi Palsu
berita
Istimewa
30 July 2019 17:20
Watyutink.com – Apakah gigi Anda sudah ada yang tanggal? Apa yang Anda lakukan, segera memasang gigi palsu atau membiarkannya ompong? Umumnya jika gigi yang copot berada di deretan depan, seseorang segera menggantinya dengan gigi palsu. Pasalnya deretan gigi depan sangat mudah terlihat. Tentu tidak enak dipandang jika saat berbicara terlihat gigi ompong.

Sedangkan jika gigi yang tanggal berada di bagian belakang, biasanya seseorang tidak segera memasang gigi palsu. Pasalnya gigi belakang tidak terlihat. Sehingga kalau pun omong, tidak akan mengganggu penampilan.

Namui anggapan semacam itu ternyata tidak benar. Gigi ompong seharusnya segera dipasangkan gigi palsu. Pasalnya jika dibiarkan, ompong bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, salah satunya adalah pikun atau dimensia.

Tahukah Anda, mengapa ompong bisa menyebabkan pikun?

Ketua Ikatan Peminat Kedokteran Gigi Implan Indonesia (IPKGI) drg Rudi Wigianto menjelaskan saat gigi kita utuh maka proses mengunyah makanan berjalan normal. Volume otak pun terjaga dengan baik. Sedangkan ketika ada gigi yang tanggal maka proses mengunyah makanan menjadi tidak lagi normal. Akibatnya kemampuan otak pun menjadi menurun.

Drg Rudi menambahkan berdasarkan penelitian para dokter di Jepang, ditemukan bukti bahwa terdapat perbedaan volume otak antara orang yang jumlah giginya lengkap dengan yang sudah tidak lengkap. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan tengkorak kepala orang yang ompong dan tidak. Ternyata volume otak orang yang giginya lengkap lebih besar dibandingkan orang ompong.

Itulah sebabnya drg Rudi menyarankan pemilik gigi ompong segera memasang gigi palsu. Sehingga proses mengunyah menjadi normal serta terhindar dari penyakit demensia atau pikun.   

Sementara itu penelitian yang dilakukan European Journal of Oral Science menunjukkan bahwa impuls sensorik yang diciptakan oleh gerakan rahang dan gigi berhubungan dengan area otak yang bisa merekam dan membuat 'kenangan' dalam otak. Itulah sebabnya orang yang memiliki jumlah gigi lebih sedikit karena ompong kemampuan otaknya dalam membuat ‘kenangan’ pun menurun. Pasalnya impuls sensorik akan lebih sedikit mengirim sinyal ke wilayah yang disebut hippocampus.

Sedangkan penelitian yang dilakukan Umea University dan Stockholm University di Swedia, menyebutkan aktivitas mengunyah menggunakan gigi dapat meningkatkan aliran darah di otak serta meningkatkan aktivitas kerjanya. Perubahan aktivitas otak bisa diakibatkan karena kehilangan gigi yang cenderung menyulitkan mengunyah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar