Gula Pasir, Gula Batu, dan Gula Merah, Mana yang Lebih Sehat?
berita
Sumber Foto : nusantaratv.com
22 March 2019 16:50
Watyutink.com – Hidup terasa hambar tanpa gula. Maklumlah, gula adalah bahan yang digunakan agar makanan dan minuman menjadi terasa manis. Meski ada sumber rasa manis lainnya, seperti madu, daun stevia, atau nektar, tapi bahan-bahan tersebut belum bisa menggalahkan kepopuleran gula. Selain ketersediaan di pasaran, bahan-bahan pengganti gula tersebut harganya masih tergolong mahal.

Selama ini kita mengenal beragam jenis gula. Tapi ada tiga jenis gula yang paling sering digunakan, yakni gula pasir, gula batu, dan gula merah.

Tahukah Anda, dari ketiga gula tersebut mana yang paling sehat?

Meskipun sama-sama manis berasa manis, ternyata antara gula pasir, gula batu, dan gula merah mempunyai dampak berbeda bagi tubuh, khususnya pankreas. Pasalnya pankreas adalah organ yang mengubah gula menjadi gula darah dan selanjutnya menjadi energi.

Itulah sebabnya mengkonsumsi ketiga jenis gula tersebut berpengaruh langsung terhadap kerja pankreas. Dalam satu hari, pankreas normal hanya mampu mengubah lima gram atau setengah sendok makan gula pasir menjadi energi.

Hal ini dikarenankan pada proses pembuatannya, gula pasir harus dipanaskan hingga mencapai suhu 400 derajat celcius. Padahal semakin tinggi proses pemanasan makanan, maka semakin sulit pula makanan tersebut dicerna tubuh.

Jika kita mengkonsumsi lebih dari lima gram maka sisanya tidak bisa diolah pankreas dan menumpuk dalam tubuh menjadi gula darah dan lemak. Jika dibiarkan hal itu akan meningkatkan risiko terserang penyakit diabetes.

Sedangkan gula batu, meskipun hampir sama dengan gula pasir tapi tidak memerlukan suhu yang sangat panas pada proses pembuatannya. Itulah sebabnya, gula batu lebih mudah dicerna oleh tubuh.  

Dalam satu hari, pankreas normal mampu mengubah 60 gram atau sekitar enam sendok makan gula batu menjadi energi. Sehingga, mengkonsusmi gula batu menjadi lebih sehat dibanding gula pasir.

Sementara itu penggunaan gula merah atau gula jawa ternyata lebih baik dibandingkan kedua jenis gula terbut. Pasalnya dalam satu hari, pankreas normal mampu mengubah 90 gram atau sekitar sembilan sendok makan gula merah menjadi energi. Itulah sebabnya mengkonsumsi gula yang dibuat dari bunga pohon kelapa atau aren ini bisa menjadi pilihan untuk hidup yang lebih sehat.

Namun meskipun ada pilihan yang lebih sehat, penggunaan gula, baik gula pasir, gula batu maupun gula merah sebaiknya tetap dibatasi. Sebab organ pankreas mempunyai batas kemampuan untuk mengolah gula menjadi energi.

Konsumsi gula berlebihan dapat membuat pankreas menjadi kelelahan. Jika hal itu terjadi terus menerus maka pankreas tidak lagi bisa menjalankan tugasnya. Akibatnya tubuh akan terserang penyakit diabetes atau kencing manis.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter