Hati-hati Ketika Si Kecil Biasa Duduk Pada Posisi 'W'
berita
Sumber Foto : youtube.com
06 December 2018 13:00
Watyutin.com - Coba perhatikan cara duduk si kecil, buah hati kita, baik ketika bermain ataupun sedang menonton tayangan di televisi. Jangan-jangan dia duduk pada posisi menyerupai huruf “W” (W Sitting). Bagi sebagian anak duduk pada posisi ini terasa nyaman. Kebiasaan duduk seperti ini banyak dilakukan anak yang berusia antara 4-6 tahun, dan mulai berhenti ketika usia mencapai 8 tahun.

Tahukah Anda, ternyata kebiasaan duduk “W” ini  bagi seorang anak akan berefek buruk ketika dia tumbuh dewasa kelak.

Walau belum ada penelitian atau bukti ilmiah dan masih menjadi kontroversi, tetapi beberapa ahli orthopedi menyebutkan ada beberapa permasalahan yang mungkin terjadi, antara lain:

1. Kelainan ortopedi - berpotensi menyebabkan dislokasi panggul, yaitu keluarnya tulang paha dari persendiannya di panggul

2. Kaku otot, bahkan menyebabkan pemendekan otot permanen

3. Keterlambatan perkembangan, terutama motorik kasar

Karena itu ketika seseorang mengalami keluhan di atas, jangan-jangan akibat sewaktu kecilnya sering duduk pada posisi “W” ini.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, ketiga Ibu Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke-6, Bapak SBY, memposting video di istagramnya, yang memperlihatkan cucu-cucunya sedang bermain, ada seorang follower-nya yang juga seorang fisioterapis (@alla_haa) mengingatkan Ibu Ani untuk tidak membiasakan cucunya duduk pada posisi “W”.

@alla_haa menuliskan bahwa dia dulu duduk W Sit dari kecil dan baru di umur 23 tahun dia merasakan dampaknya. Selanjutnya @alla_haa menjelaskan bahwa ketika kita duduk “W” otomatis kita duduk menggunakan Sacrum (tulang belakang) bukan Ischium (tulang duduk). Ketika kita menggunakan Sacrum maka dapat terjadi muscle imbalance antara otot paha depan dan belakang. Sekarang otot paha belakang saya mengalami pemendekan dan kaku terus. Akibatnya pola jalan saya X dan sekarang lutut saya sakit dan nyeri, apalagai untuk naik tangga. Jadi W Sit itu tidak baik jelasnya.

Karena itu sebaiknya biasakanlah buah hati kita untuk tidak duduk dalam posisi “W”.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Salamudin Daeng

Anggota Institute Sukarno for Leadership Universitas Bung Karno (UBK)

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir