Hati-hati, Makan Buah Karbitan bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan dan Reproduksi
berita
Ilustrasi/ Net
11 April 2021 18:25
Watyutink.com - Istilah 'buah karbitan' sudah banyak dikenal orang. Istilah ini merujuk pada kebiasaan orang memeram buah-buahan dengan karbit. Tujuannya agar buah seperti pisang, mangga, dan sebagainya bisa matang lebih cepat. 

Biasanya para pedagang selalu berusaha menjual buah dengan tampilan yang menarik. Kulit yang terlihat kuning atau merah segar dipastikan lebih menarik minat pembeli. Namun terkadang buah yang dimiliki pedagang belum matang secara sempurna. 

Itulah sebabnya buah pun dimanipulasi agar terlihat matang. Memeram dengan karbit seringkali menjadi pilihan. Padahal pemeraman menggunakan karbit bisa berbahaya bagi kesehatan. Karbit adalah salah satu bahan kimia yang kerap digunakan untuk proses pengelasan.

Tahukah Anda, apa akibat makan buah karbitan bagi kesehatan? 

Pemeraman adalah proses pematangan buatan dengan cara menempatkan karbit atau kalsium karbida pada buah. Karbit yang terkena uap air akan menghasilkan gas asetilin yang akan membuat buah terlihat matang. Pasalnya strukur kimia gas asetilin mirip dengan zat etilen alami yang berpengaruh pada proses pematangan kulit buah.

Dr Fiastuti Witjaksono SP GK, dokter spesilis gizi klinik, RS Jantung Jakarta mengatakan proses pengarbitan sebetulnya tidak mempengaruhi kandungan gizi dalam buah. Namun dr Fiastuti mengaku tidak merekomendasikan mengonsumsi buah-buah hasil pemeraman atau pengarbitan. Pasalnya dikhawatirkan gas dari karbit menempel pada kulit dan diserap hingga ke dalam daging buah. Jika gas tersebut tertelah pasti akan menimbulkan efek negatif bagi tubuh.

Selain itu buah karbitan proses pematangannya tidak akan optimal. Meski kulitnya terlihat kuning namun rasanya tidak akan manis. Buah karbitan pun lebih cepat busuk jika disimpan.

Salah satu buah yang sering dimatangkan dengan proses pemeraman adalah pisang. Berbeda dengan yang matang alami di pohon, pisang hasil pemeraman biasanya terlihat ada bercak-bercak kehitaman di permukaan kulitnya. Selain itu pisang karbitan tidak mengeluarkan aroma wangi khas pisang matang pohon.

Terkadang aroma karbit masih tertinggal pada pisang hasil pemeraman. Meski tidak terlalu kuat namun hal ini bisa memicu gangguan kesehatan. Pasalnya kandungan gas asitelin yang mungkin masih tertinggal bisa menyebabkan kepala pusing, mual-mual, dan muntah.

Seharusnya pisang mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin B, C, protein, dan karbohidrat. Namun lantaran ‘dipaksa’ matang, kandungan nutrisi dalam pisang karbitan tidak akan sesempurna yang matang pohon. Bahkan dalam beberapa kasus, pisang karbitan sama sekali tidak memiliki kandungan nutrisi. Akibatnya tidak ada manfaat kesehatan yang didapat dari mengonsumsi pisang karbitan.

Dalam kasus yang lebih fatal mengonsumsi buah karbitan bahkan bisa mempengaruhi tingkat kesuburan seseorang. Pasalnya karbit yang masuk dalam tubuh dikhawatirkan dapat menganggu sistem reproduksi.  

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF