Infused Water, Gaya Hidup Sehat Warisan Nabi Muhammad SAW
berita
Sumber Foto : idntimes.com
04 January 2019 16:45
Watyutink.com - Saat ini hidup sehat bukan hanya menjadi kebutuhan tapi sudah menjadi gaya hidup atau life style. Salah satu gaya hidup sehat yang saat ini sedang populer adalah infused water atau air rendaman.

Tahukah Anda, ternyata infused water atau air rendaman adalah salah satu gaya hidup sehat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Infused water adalah air hasil rendaman berbagai macam buah-buahan. Sebenarnya infused water yang juga disebut Air Nabez ini sudsh dikenal sejak 14 abad lalu. Bedanya di jaman Nabi Muhammad SAW buah yang digunakan adalah kurma atau kismis. Sedangkan saat ini yang digunakan adalah buah atau sayuran, seperti jeruk, apel, nanas, mentimun dan sebagainya. 

Cara membuat air nabez pun terbilang mudah. Kurma atau kismis direndam dalam segelas atau sewadah air putih dan didiamkan hingga semalaman. Dalam sebuah hadis disebutkan Nabi Muhammad membuat air nabez pada malam hari dan meminumnya pada pagi harinya dan sebaliknya jika dibuat pada pagi hari maka akan diminum pada malam harinya. 

Manfaat dari air nabez adalah bisa memulihkan tenaga sebab kurma banyak mengandung kalori dan gula yang bisa dijadikan sebagai energy booster. 

Air tersebut juga banyak mengandung serat yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan menghilangkan kolesterol jahat.

Selain itu, ini adalah sumber zat besi yang baik dan kaya akan potasium sehingga bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.

Sedangkan air nabez yang terbuat dari kismis memiliki manfaat sebagai detoksifikasi berbagai racun dalam tubuh. Selain itu bermanfaat untuk menetralisir sisa-sisa makanan, mencairkan dahak dan membasmi berbagai penyakit.

Namun perlu diingat kurma atau kismis hanya direndam paling lama selama dua hari. Jika lebih dari dua hari maka rendaman air nabez harus dibuang sebab sudah berubah menjadi arak akibat proses fermentasi. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Enny Sri Hartati, Dr.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi