Ingin Puasa Lancar, Hindari Kopi, Teh, Roti, dan Makanan Berlemak Saat Sahur
berita
Sumberfoto: tribunnews.com
14 April 2021 16:39
Watyutink.com – Bulan Ramadhan sudah datang. Umat Islam, termasuk di Indonesia mulai melakukan ibadah puasa. Ibadah ini adalah salah satu dari rukum Islam yang wajib dilaksanakan oleh siapa pun kecuali mereka yang berhalangan karena sebab-sebab yang dibenarkan agama.

Berpuasa ada menjaga diri agar tidak makan dan minum selama sehari penuh, sejak subuh hingga maghrib. Puasa diawali dengan makan sahur. Kegiatan ini menjadi penting lantaran saat itulah kesempatan umat Islam mengisi perut dengan makanan dan minuman yang diperlukan tubuh selama sehari penuh.

Biasanya orang cenderung makan sahur secara sembarangan dan berlebihan. Mereka beranggapan memakan semua makanan akan membuat mereka kuat berpuasa. Padahal kebiasaan itu tidak tepat. Makan dan minum sembarangan justru bisa menyebabkan masalah kesehatan yang mengganggu puasa. Ada beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat sahur.

Tahukah Anda, apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahut?

Makanan pertama yang harus dihindari adalah makanan dan minuman yang tinggi kandungan garam. Makanan berasa asin atau tinggi kadar garam berpotensi meningkatkan risiko tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Pasalnya lebihan garam akan menyebabkan kemampuan tubuh menyerap air terganggu.  Makanan dengan kandungan tinggi garam juga berisiko meningkatkan tekanan darah pemicu penyakit hipertensi.

Makanan kedua yang patut dihindari adalah roti. Meski menjadi makanan alternatif pengganti nasi, roti cenderung menyebabkan tubuh cepat lapar. Hanya memakan roti saat sahur dikhawatirkan akan membuat orang tidak kuat berpuasa sampai maghrib lantaran saat tengah hari tubuh akan menrasa lapar.

Roti diketahui berbeda dengan nasi. Roti terbuat dari terigu dan nasi terbuat dari beras. Meski sama-sama mengandung karbohidrat, roti dioleh secara lebih halus dibanding nasi. Akibatnya karbohidrat yang dikandungh roti lebih cepat dicerna menjadi energi. Setelah itu tubuh akan membutuhkan asupan karbohidrat lagi.

Dokter spesialis gizi klinis dari RS Pondok Indah dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK mengatakan makanan berikutnya yang perlu dihindari saat sahur adalah makanan berlemak, seperti ayam goreng atau ketang goreng dan sebagainya. Kandungan lemak jenuh yang terkandung dalam makanan berlemak akan menimbulkan masalah lambung saat berpuasa. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak akan membuat perut begah. Hal ini berbebahaya terutama bagi penderita maag.

Makanan manis juga sebaiknya dihindari saat sahur. Berbeda dengan saat bebuka yang dianjurkan mengonsumsi makanan manis,  saat sahur justru sebaiknya menghindarinya. Asupan gula berlebihan cenderung meningkatkan kadar gula dalam darah yang bisa membuat orang cepat ngantuk, lemas dan capek. Selain itu asipan gula berlebih juga memicu pankreas melepaskan hormon insulin yang mempengaruhi kebugaran tubuh.

Makanan pedas juga sebaiknya dihindari lantaran berpotensi meningkatkan produksi asam lambung. Makan makanan pedas berlebihan akan menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, mulas, hingga diare. Jika terjadi saat berpuasa, gangguan pencernaan itu bisa menimbulkan dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh.

Sedangkan beberapa minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahut adalah kopi. Praktisi kesehatan, dr Tan Shot Yen, mengatakan kopi akan membuat orang lebih sering buang air kecil. Padahal saat berpuasa tubuh sangat butuh cairan.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menambahkan teh juga sebaiknya tidak diminum saat sahur. Sama seperti kopi, minum teh juga memicu sering buang air kecil. Meski teh dan kopi adalah minuman yang enak dinikmati, tapi menurut dr Tan, keduangan mempunyai sifat diuretik yang memiliki kemampuan untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine.

Minuman berenergi sebaiknya juga tidak dikonsumsi saat sahur. Pasalnya jenis minuman ini berbahaya lantaran tinggi kadar kafein. Akibatnya bisa mengganggu jantung. Untuk menambah energi selama berrpuasa sebaiknya tidak menggunakan minuman atau obat penambah stamina kimia. Dr Tan menerangkan tubuh manusia akan secara alami mengolah energi dari nutrisi yang ada dalam tubuh. Sehingga tanpa minuman berenergi, tubuh manusia akan tetap mendapat energi. Namun menurut dr Tan gizi dalam makanan dan minuman harus seimbang.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF