Inilah Alasan Pemilihan Ibu Kota Baru Menurut Jokowi
berita
Humas Kepresidenan
26 August 2019 16:14
Watyutink.com - Wacana pemindahan Ibukota Negara Indonesia bukan hanya baru-baru ini. Sejak awal kemerdekaan, presiden pertama Indonesia pernah mewacanakan akan memilih Palangkaraya menjadi Ibu Kota. Keputusan Jokowi memilih Ibu Kota baru menuai banyak pertanyaan. Bukan Palangkaraya, ternyata Kalimantan Timur yang terpilih.

Tahukah Anda, ternyata inilah alasan Jokowi memilih di antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur?

Pertama, beban Jakarta sudah terlalu berat. Bukan rahasia bahwa seolah-olah Indonesia itu hanya ada di Jakarta. Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat jasa dan pusat bandara terbesar di Indonesia.

Selain itu jumlah penduduk Pulau Jawa terus bertambah, yakni 150 juta manusia Indonesia atau sekitar 54 persen penduduk Indonesia ada di Pulau ini. Hal ini menjadi pendorong bahwa Ibu Kota memang akan lebih baik jika dipindahkan.

Kedua, sebagai bangsa yang besar Indonesia belum pernah merancang dan menentukan sendiri Ibu Kotanya. Diakui atau tidak, Jakarta sebagai Ibu Kota negara dan pusat segalanya merupakan peninggalan kolonial. Karena itulah dinilai bahwa Kabupaten Penajam adalah lokasi yang baik strategis untuk dijadikan Ibu Kota Baru.

Ketiga, dana pemindahan Ibukota akan dipenuhi dari 19 persen dari APBN, kerja sama antara pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan investasi langsung swasta dan BUMN. Ketika orang banyak mempertanyakan bagaimana dan darimana dana pemindahan Ibu Kota yang baru maka Presiden menjawab demikian.

Beban Pulau Jawa khususnya Jakarta dinilai sudah berlebihan dan tidak baik untuk perkembangan ke depannya, sehingga keputusan untuk memindahkan Ibu Kota negara adalah tindakan yang tepat.

Itulah tiga alasan utama mengapa Jokowi memilih memindahkan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam, Kalimantan Timur. (yed

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Robin, S.Pi., M.Si.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kandidat Doktor IPB, Tenaga Ahli Komisi IV DPR-RI

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik