Jadi Sumber Vitamin D Alami, ​Ikan, Kuning Telur dan Hati Sapi, Bantu Cegah Tertular Covid-19
berita

16 July 2021 17:05
Watyutink.com - Di tengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air, menjaga kekebalan tubuh atau sistem imun menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya sistem imun memegang peran penting dalam menjaga dan melindungi tubuh dari paparan berbagai virus penyakit, termasuk Covid-19.

Salah satu cara menjaga sistem imun atau kekebalan tubuh adalah dengan mencukupi asupan vitamin D. Dalam kondisi pandemi, vitamin D telah terbukti mampu membantu menurunkan risiko gejala Covid-19, seperti sesak nafas dan infeksi saluran pernafasan.

Sebaliknya, vitamin D mempunyai efek  meningkatkan imunitas seluler dan adaptif. Meski belum ada uji klinis yang secara spesifik mengaitkannya dengan Covid-19, namun patut dipertimbangkan menggunakan vitamin D sebagai salah satu opsi mengobati dan mencegah penularan Covid-19.

Tak heran saat ini vitamin D sangat diburu orang. Penjualan suplemen vitamin D meningkat tajam. Ha ini membuat suplemen vitamin D langka di pasaran. Menghadapi kondisi tersebut tidak ada salahnya kita mulai berpaling pada sumber asupan vitamin D alami yang lebih murah dan mudah diperoleh.

Tahukah apa saja sumber vitamin D alami?

Sumber vitamin D alami sejatinya sangat mudah didapat dan gratis, yakni sinar matahari. Itu sebabnya vitamin D disebut pula sebagai 'Vitamin Matahari.' Pasalnya hampir 80 persen kebutuhan vitamin D bisa diperoleh dengan berjemur di bawah sinar matahari, terutama saat pagi hari.

Vitamin D terdiri dari dua jenis, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Jenis yang bisa disuplai dengan berjemur di bawah sinar matahari adalah vitamin D3. Sedangkan vitamin D2 biasanya didapatkan dari makanan. Vitamin D3 atau Kalsiferol diketahui lebih mudah dicerna tubuh dan dapat bertahan lebih lama dalam peredaran darah.

Kasiferol akan memuncuk pada hari ke-14 dan tetap stabil hingga hari ke-28. Berbeda dengan vitamin D2 atau ergokalsiferol dalam porsi yang sama yang akan turun drastis jumlahnya setelah 14 hari.

Itulah sebabnya sangat disarankan orang yang sudah terpapar atau yang ingin menghidari Covid-19 rajin berjemur di pagi hari. Selain untuk mencegah Covid-19, berjemur juga berguna mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, arthritis, depresi, kanker pankreas, kanker payudara, hingga kanker kulit.

Meski demikian terlalu berlebihan berjemur juga tidak baik bagi kesehatan. Badan kesehatan dunia atau WHO menyatakan hanya perlu 5 sampai 15 menit berjemur, 2 atau 3 hari sepekan untuk mencukupi kebutuhan vitamin D.

Berjemur terlalu lama tidak disarankan lantaran justru berbahaya. Paparan radiasi UV berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit terbakar matahari, kanker melanoma, hingga heat stroke yang berakibat fatal.

Selain sinar matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari beberapa jenis makanan, salah satunya adalah Ikan berlemak. Ikan merupakan salah satu jenis makanan yang tinggi kandungan vitamin D. Beberapa ikan yang dianggap dapat menjadi sumber vitamin D yang baik yakni ikan salmon, ikan tuna, dan ikan sarden. Ikan salmon mengandung 988 sistem internasional (SI) vitamin D per 100 gram. Sedangkan ikan sarden dengan porsi yang sama mengandung 177 SI vitamin D.

Selanjutnya adalah Minyak ikan, terutama dari jenis ikan kod. Selain tinggi kandungan vitamin D, minyak ikan kod juga kaya akan omega-3 dan vitamin A. Satu sendok teh minyak ikan mengandungan 448 SI vitamin D.

Kuning telur adalah makanan berikutnya yang kaya kandungan vitamin D. Satu butir kuning telur mengandung 37 SI vitamin D atau setara dengan 5 persen kebutuhan harian. Kadar vitamin D lebih tinggi hingga 3 kali lipat jika ayam dilepas dan berkeliaran di bawah sinar matahari.

Hati sapi adalah makanan berikutnya yang kaya vitamin D. Hati sapi seberat 3,5 ons mengandung sekitar 50 SI vitamin D. Meski kaya kandungan vitamin D, hati sapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Pasalnya hati sapi memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

Jamur adalah satu-satunya sayuran penghasil vitamin D. Jamur diketahui memiliki pro-vitamin bernama ergosterol yang membantu mensintetiskan vitamin D2 ketika terkena paparan sinar matahari. Itulah sebabnya jamur yang mengandung vitamin D adalah yang tumbuh alami di luar ruangan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF