Jangan Biasakan Minum Obat Tidur untuk Atasi Insomnia, Bisa Bahaya bagi Kesehatan
berita
Sumber Foto : Shutterstock
24 August 2021 15:45
Watyutink.com - Tidur mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kesehatan. Tubuh memerlukan tidur untuk mengistirahatkan organ-organ di dalamnya. Tidur juga berfungsi untuk mengembalikan kebugaran. Itulah sebabnya tidur sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.

Bagi sebagian orang tidur adalah kegiatan yang mudah. Tapi hal itu tidak bagi penderita insomnia atau gangguan tidur. Seorang penderita insomnia bahkan bisa terjaga semalaman bahkan lebih lama. Akibatnya tubuh menjadi lemas dan teranggu saat beraktivitas.

Selama ini penderita insomnia menggunakan obat-obat kimia untuk mengatasi gangguan kesehatan tersebut. Kebiasaan mengonsumsi obat tidur sebenarnya sangat tidak dianjurkan. Pasalnya konsumsi obat tidur mempunyai efek samping yang tidak baik bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja efek negatif terlalu sering minum obat tidur?

Diakui, obat tidur memang mampu membuat oranh tidur dalam waktu singkat. Bagi penderita insomnia, konsumsi obat tidur sangat membantu mereka agar bisa terlelap. Namun kebiasaan tersebut bisa berakibat buruk. Biasanya akan muncul berbagai keluhan akibat terlalu sering mengonsumsi obat tidur. Keluhan bisa terjadi dalam waktu singkat, tetapi bisa juga dalam jangka panjang.

Obat tidur sebenarnya adalah jenis obat-obatan yang harus diminum atas anjuran atau resep dokter. Biasanya untuk mengatasi gangguan tidur dokter memberikan obat jenis Doxepin, Estazolam, Triazolam, Zolpidem, Temazepam, Melatonin,  Ramelteon, Eszopiclone, atau Alprazolam.

Pemakaian obat tersebut sejatinya hanya untuk jangka pendek dan harus sesuai nasehat dokter. Jika tidak, obat tidur justru menimbulkan efek samping, seperti ketergantungan, kecanduan dan masalah kesehatan lainnya.

Dikutip dari laman alodokter.com, efek samping yang bisa muncul adalah kesemutan, pusing, mulut kering, gangguan perut dan pencernaan, seperti konstipasi, diare, dan mual. Seringkali orang yang minum obat tidur akan mengalami mimpi buruk yang mengakibatkan tidur justru tidak nyenyak. Sehingga siang harinya akan merasa kantuk dan susah fokus atau konsentrasi.

Selain itu, obat tidur juga dapat mengganggu pernapasan dan berbahaya bagi penderita masalah paru-paru kronis, seperti asma, emfisema, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dalam jangka panjang, penggunaan obat tidur bisa berbahaya, terutama jika tidak sesuai dosis pemakaian yang tepat. Bahaya yang ditimbulkan antara lain Parasomnia, yakni gangguan atau masalah perilaku yang muncul saat seseorang sedang tidur. Penderita parasomnia bisa mengalami tidur berjalan atau sleepwalking.

Obat tidur juga kerap memicu alergi, seperti kulit terasa gatal serta muncul bentol dan ruam. Selain itu juga mual, sakit perut, sesak nafas, jantung berdebar, dan nyeri dada. Gejaka alergi yang lain adalah penglihatan kabur, sakit tenggorokan, sulit menelan, pusing hingga pingsan.

Obat tidur juga berisiko memicu alergi berat atau anafilaksis. Jika mengalami kondisi tersebut, segera hentikan pemakaian obat tidur dan konsulatasikan dengan dokter guna mencegah kondisi yang lebih buruk.

Efek negatif yang paling sering terjadi adalah adiksi atau ketergantungan. Obat tidur sejatinya hanya untuk jangka pendek. Setelah keluhan sulit tidur teratasi sebaiknya segera hentikan penggunaan obat tidur. Jika dikonsumsi terus-terusan penggunaan obat tidur justru berakibat ketergantungan atau kecanduan.

Orang yang mengalami kecanduan obat tidur bisa mengalami gejala, seperti pusing,  vertigo, sulit fokus, perubahan mood yang ekstrem, dan nafsu makan turun. Selain itu kecanduan obat tidur bisa menyebabkan gangguan psikologis, seperti rasa cemas berlebihan dan penurunan libido.

Pada orang lanjut usia atau lansia  penggunaan obat tidur dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan penyakit ginjal, penurunan tekanan darah, dan  penyusutan jaringan otot atau sarkopenia.

Itulah sebabnya sangat disarankan tidak menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnia. Minum susu atau air rebusan daun pandan, atau air lemon bisa menjadi alternatif. Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau minuman beralkohol.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF