Jangan Buang Kulit Buah, Banyak Manfaatnya
berita
Sumber Foto : carimakan.co.id (gie/watyutink.com)
31 October 2018 17:00
Sebelum memakan buah-buahan seperti pisang, apel, semangka, serta beberapa buah lainya, lazimnya kita selalu mengupas kulitnya.

Tapi tahukah Anda, kulit buah ternyata mempunyai beberapa manfaat. Buah apa saja itu?

Kulit semangka karena ternyata bisa mempercantik kulit, memperkuat sistem daya tahan tubuh, dan meningkatkan sistem syaraf. Pasalnya kulit semangka banyak mengandungan vitamin seperti vitamin C dan B6 yang. Selain itu, kulit semangka punya konsestrasi sitrulin yang tinggi yang bisa memperlancar peredaran darah di area vital.

Kulit mentimun ternyata mengandung banyak serat dan memiliki kandungan air yang tinggi. Sehingga baik untuk mengatasi dehidrasi dan masalah pecernaan.  Selain itu kulit mentimun juga kaya vitamin K yang membantu mencegah pengenceran darah serta baik untuk kesehatan tulang.

Kulit apel dipercaya banyak mengandung  quercetin yang dapat membantu fungsi paru-paru. Selain itu quercetin dapat membantu mengatasi kepikunan. Kulit apel juga banyak mengandung antioksidan yang baik untuk mengatur kadar gula. Sehingga baik dikonsimsi para penderita diabetes

Kulit pisang ternyata banyak mengandung potassium yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Sedangkan kulit kentang dipercaya mengandung banyak enzim katekolase yang bisa mencerahkan kulit dan menghilangkan lingkaran hitam dibawah mata.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting