Jangan Canggung, Kenali Tips Berkendara di Dekat Truk
berita
Sumber Foto : kompas.com
04 October 2019 14:12
Watyutink.com – Kebanyakan pengemudi akan merasa was-was dan canggung ketika berkendara di dekat kendaraan besar seperti truk. Potensi terjadinya kecelakaan menjadi alasan pengemudi merasakan hal ini. Padahal perasaan ini terkadang menjadi penyebab kita mengambil salah langkah dan akhirnya terjadi kecelakaan.  

Tahukah Anda tips berkendara di dekat kendaraan besar seperti truk?

Ketika berkendara menggunakan mobil atau sepeda motor, pastikan Anda berada di jarak aman ketika berada di dekat kendaraan besar seperti truk. Menurut Marcel Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC) mengatakan, jarak aman berkendara di dekat truk sama dengan berkendara di dekat kendaraan kecil. Jarak aman bisa dihitung dengan jeda antara kendaraan Anda dengan kendaraan di depan selama tiga detik.

Baca Juga

Hindari area blind spot. Kendaraan besar seperti truk memiliki banyak blind spot. Blind spot merupakan area di mana posisi kendaraan lain tidak terlihat oleh pengemudi. Dimensi bodi yang besar menyulitkan pengemudi truk memantau situasi sekitar, terutama bagian samping dan belakang. Saat mengemudi, pastikan Anda masih dapat melihat spion truk, agar pengemudi truk juga bisa melihat kita melalui kaca spionnya.

Hindari mendahului truk. Jika terpaksa harus mendahului harus berhati-hati dan lakukan dengan cepat sembari membunyikan klakson atau lampu beam. Setelah mendahului truk, pastikan Anda telah benar-benar melewatinya. Tujuannya agar pengemudi truk sadar terhadap keberadaan kendaraan Anda dan tidak terjebak di blind spot bagian depan truk.

Pastikan Anda tidak berhenti mendadak karena truk tidak bisa berhenti secara instan sehingga potensi tabrakan dari belakang cukup besar.

Hati-hati berkendara di dekat truk, ya.

(GD)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

FOLLOW US

Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja