Jangan Donor Darah saat Terserang Flu
berita
Sumber Foto : hellosehat.com
14 January 2019 17:20
Watyutink.com - Donor darah adalah kegiatan yang sangat mulia. Sebab donor darah dapat membantu orang-orang sakit yang menbutuhkan tranfusi darah. Di sisi lain, orang yang donor darah memperoleh banyak manfaat. Donor darah diyakini mampu membuat pendonornya lebih sehat.

Tapi tahukah Anda, donor darah tidak dianjurkan dilakukan saat seseorang terserang flu?

Jika seseorang rajin donor darah maka kadar zat besi dalam tubuh dapat menjadi lebih stabil dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu donor darah dapat mengurangi resiko kanker dan membantu menurunkan berat badan.

Namun kita tidak disarakan melakukan donor darah saat terserang flu. Pasalnya flu adalah penyakit yang sangat mudah menular. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza melalui tetesan air liur saat batuk, berbicara, atau bersin. Meski mudah diobati, orang yang terinfeksi virus flu untuk sementara waktu dilarang untuk mendonorkan darahnya, terutama saat gejala flu mulai bermunculan seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri otot.

Sebagian besar orang yang menerima donor darah, kondisi kesehatannya tidak stabil dan sistem kekebalan tubuhnya cukup lemah. Jika pasien menerima tranfusi darah yang terkontaminasi virus influenza, kemungkinan infeksi virus yang lebih parah bisa terjadi. Hal ini tentu akan membahayakan kondisi pasien.

Alih-alih menyelamatkan, donor darah saat flu malah justru dapat membuat kondisi pasien menjadi lebih parah. Sebaiknya pendonor menunggu hingga flu yang dialaminya benar-benar sembuh. Jika tubuh sudah kembali sehat, petugas kesehatan akan mempertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk donor darah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Enny Sri Hartati, Dr.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi