Jangan Keterlaluan Bersihkan Rumah, Bisa Sebabkan Anak-anak Terserang Leukemia
berita
Sumber Foto : istimewa
08 May 2021 17:05
Watyutink.com - Momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran biasanya juga digunakan sebagai saat untuk bersih-bersih rumah. Pasalnya di hari raya tersebut umat Islam biasanya akan saling berkunjung untuk bersilaturahmi. Setiap orang pasti ingin rumahnya tampak bersih dan nyaman.

Meski lebaran tahun ini acara kunjung mengunjungi mungkin tidak bisa dilakukan karena pandemi Covid-19, tapi kegiatan membersihkan rumah tidak ada salahnya tetap dilakukan.

Namun sebaiknya rumah tidak dibersihkan secara berlebihan. Pasalnya membersihkan rumah secara 'keterlaluan' ternyata membawa dampak yang tidak baik. Alih-alih menyehatkan, rumah yang terlalu bersih berisiko memicu sejumlah penyakit, terutama bagi anak-anak.

Tahukah Anda, penyakit apa yang bisa timbul akibat rumah yang terlalu bersih?

Mel Greaves, peneliti dari Institute of Cancer Research, Inggris mengatakan rumah yang terlalu bersih tenyata berisiko memicu anak terjangkit penyakit serius, seperti leukemia atau kanker darah. Pasalnya jauh dari semua jenis kotoran dan bakteri akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh anak-anak. Pengaruh negatif akibat terlalu bersih dapat meningkatkan masalah kesehatan akut.

Mel menyatakan anak-anak yang kelewat bersih akan memicu perkembangan leukemia limfoblast akut, yakni kondisi yang menyebabkan sumsum tulang menghasilkan jumlah limfosit atau jenis sel darah putih yang berlebihan. Studi yang diterbitkan jurnal Nature Reviews Cancer mengatakan leukemia limfoblast akut cenderung menjangkiti anak-anak yang lebih banyak menghabiskan hari-harinya di dalam rumah yang sangat bersih.

Mel Greaves, penulis studi dan profesor di Institute of Cancer Research di Inggris, mengatakan anak-anak yang kurang berinteraksi dengan anak-anak lain di awal kehidupan juga bisa memiliki risiko lebih tinggi terkena leukimia.

Dalam penelitiannya, Mel menyoroti manfaat memiliki infeksi di awal kehidupan anak-anak. Hal itu menurutnya dapat mencegah mutasi genetik yang bisa memicu leukemia. Mel menyebut temuan ini berasal dari analisa terhadap anak penderita leukemia selama 30 tahun terakhir.  Menurut Mel, leukemia atau kanker darah cenderung menjangkiti anak-anak yang sistem kekebalannya tidak dipersiapkan dengan baik.

Studi menunjukkan, infeksi yang diderita semasa bayi dapat mengurangi risiko mengalami leukemia limfoblastik akut. Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi sebuah pendekatan baru dalam mencegah terjadinya kasus leukemia pada anak-anak.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF