Jangan Makan Ikan Asin Berlebihan, Bisa Gagal Jantung
berita
Sumber Foto : republika.co.id
03 January 2019 17:15
Watyutink.com - Anda pasti pernah makan ikan asin. Seperti halnya krupuk, ikan asin termasuk lauk makan ‘wajib’ bagi masyarakat Indonesia. Biasanya ikan asin dimakan bersama dengan lalapan dan sambel.

Tahukah Anda, mengkonsumsi ikan asin terlalu banyak ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan?

Ikan asin adalah salah satu proses untuk mengawetkan daging ikan. Meskipun mempunyai kadungan gizi yang tinggi, tapi daging ikan mudah rusak. Agar bisa bertahan lebih lama, maka daging ikan diolah menjadi ikan asing.

Pembuatan ikan asing dilakukan dengan menaburi daging ikan dengan garam. Bisa juga dengan merendam daging ikan dengan cairan yang cairan air garam pekat. Selanjutnya ikan dijemur hingga benar-benar kering.

Proses ini menyebabkan kandungan garam dalam ikan asin menjadi sangat tinggi. Sehingga menkonsumsi ikan asin dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan resiko hipertensi.  Zat natrium yang terkandung dalam garam dapat menarik cairan dalam jumlah banyak. Akibatnya volume darah yang dipompa harus lebih besar. Hal ini justru membuat tekanan di dalam pembuluh darah meningkat.

Peningkatan tekanan darah akibat konsumsi ikan asin berlebihan juga dapat menyebabkan perubahan struktur serta fungsi jantung. Jantung akan lebih mudah membengkak atau cardiomegaly. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung.

Selain jantung, mengkonsumsi ikan asin berlebihan juga bisa menyebabkan pembengkakan organ tubuh lain, seperti kaki dan paru-paru karena cairan tubuh tidak  bisa mengalir dengan efektif.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi