Jangan Terlalu Banyak Tidur Saat Puasa atau Otak dan Jantung Anda akan Bermasalah
berita
Sumber Foto : dream.co.id
30 April 2021 17:02
Watyutink.com – Saat berpuasa sebagian orang justru memperbanyak tidur, terutama di siang hari. Hal ini akibat salah mengartikan hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi "Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, dianya dikabulkan, dan dosanya diampuni," (HR Baihaqi).

Padahal memperbanyak tidur saat sedang berpuasa sangat tidak dianjurkan. Beberapa ulama bahkan mengatakan hadis tersebut lemah sehingga tidak bisa dijadikan sandaran dalam perbuatan.

Selain itu kebiasaan tidur berlebih saat berpuasa  ternyata juga memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan. Padahal ajaran agama Islam menyebutkan, salah satu tujuan berpuasa adalah agar sehat.

Tahukah Anda, apa saja efek buruk dari kebiasaan tidur berlebihan saat berpuasa?

Tidur padadasarnya adalah kebutuhan manusia. Tidur adalah cara untuk tubuh melepas kelelahan. Bagi manusia tidak ada perbedaan kebutuhan tidur saat sedang berpuasa atau tidak. Rata-rata setiap orang membutuhkan tujuh hingga delapan jam untuk tidur

Meskipun diakui selama bulan Ramadhan waktu tidur menjadi sedikit berkurang. Pasalnya pada malam hari di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah.

Dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB, dokter spesialis penyakit dalam di RS Cipto Mangunkusumo mengatakan selama Ramadhan waktu tidur selama lima hingga enam jam di malam hari sudah cukup bagi tubuh. Siangnya, cukup tidur seperempat atau setengah jam.

Ari memperingatkan untuk tidak tidur hinggaberjam-jam. Pasalnya hal tersebut justru merugikan bagi kesehatan. Ari menyebut tubuh akan merasa lemas dan malas jika terlalu lama tidur. Selain itu ritme sirkadian atau proses biologis dalam tubuh menjadi kacau akibat tidur terlalu lama.

Selain itu beberapa kondisi juga dapat muncul akibat terlalu lama tidur, salah satunya adalah meningkatnya risiko depresi. Sebuah penelitian membuktikan 15 persen penderita depresi mempunyai jam tidur yang berlebihan. Itulah sebabnya sangat tidak disarankan tidur berlebihan, terlebih saat sedang berpuasa.

Tidur berlebihan juga dapat menurunkan kemampuan otak. Sebuah penelitian di Inggris membuktikan penurunan kemampuan otak bisa disebabkan karena tidur kurang dari enam jam dan tidur lebih dari delapan jam. Itulah sebabnya tidur sebaiknya tidak kurang dan tidak berlebihan. Tidur cukup dapat menyehatkan fungsi otak.

Tidur lebih dari sembilan jam perhari juga dapat meningkatkan risiko terserang diabetes hingga 50 persen. Selain itu tidur berlebihan juga bisa membuat berat badang meningkat dengan cepat. Hal ini terbukti dengan orang yang selama berpuasa tidur berlebihan, berat badannya justru bertambah.

Tidur selama berpuasa juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan jantung. Tidur berlebih meningkatka risiko terkena serangan angina yang ditandai dengan nyeri dan tidak nyaman di dada. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya aliran darah menuju jantung. Jika dibiarkan hal ini tentu sangat berbahaya.

Itulah sebabnya selama menjalankan puasa Ramadhan sebaiknya jangan hanya mengisi waktu dengan tidur. Beraktivitaslah dengan normal seperti biasa. Atau perbanyak beribadah dengan berdzikir, membaca Al Qur’an, atau menjalankan ibadah sunnah lainnya. Selain bermanfaat untuk kesehatan rohani juga baik untuk kesehatan jasmani.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF