Kebiasaan Begadang bisa Picu Masalah Jantung, Diabetes, dan Kematian Dini
berita

27 April 2019 16:25
Watyutink.com – Sudah lazim dimasyarakat mengisi malam minggu dengan begadang. Nongkrong, ngobrol atau sekedar duduk-duduk hingga larut malam bahkan sampai pagi. Terlebih jika sedang ada siaran langsung pertandingan sepak bola, begadang pasti dilakukan dengan balutan acara nobar alias nonton bareng.

Padahal sejatinya begadang memiliki efek yang tidak baik bagi kesehatan. Jika sering dilakukan, bukan tidak mungkin begadang dapat menjadi pemicu penyakit yang lebih berat.

Tahukah Anda, apa saja efek buruk begadang?

Tidur adalah kebutuhan manusia. Selain untuk mengistirahatkan tubuh, saat tidur otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme tubuh. Selain itu tidur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki daya ingat dan memperbaiki mood atau suasana batin yang berpengaruh pada kondisi emosional.

Tidur juga dapat meningkatkan kebugaran dan energi sehingga dapat lebih fokus dan bersemangat dalam beraktivitas keesokan harinya.  

Itulah sebabnya kita dianjurkan cukup waktu tidur. Dalam sehari setidaknya orang dewasa tidur delapan jam. Bagi anak-anak waktu tidurnya bisa lebih lama. Jika waktu tidur kita kurang maka gangguan kesehatan dikhawatirkan akan datang. Salah satu kegiatan yang bisa mengurangi waktu tidur adalah begadang.

Secara ilmiah, begadang terbukti memiliki efek negatif bagi kesehatan. Kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan. Orang yang sedang begadang selalu mendampinginya dengan makanan, baik camilan maupun jenis makanan yang lebih berat. Hal itu menyebabkan konsumsi karbohidrat jadi lebih banyak. Hal inilah yang menyebabkan risiko obesitas menjadi lebih besar.

Selain itu kondisi kurang tidur membuat tubuh bertambah lapar dan meningkatkan nafsu makan. Tidur kurang dari tujuh jam  sehari cenderung meningkatkan berat badan yang lebih besar dibandingkan tidur dengan waktu yang cukup.

Seorang peneliti asal Italia dan Inggris menyebut orang yang setiap hari tidur kurang dari enam jam memiliki risiko kematian dini 12 persen lebih besar daripada orang yan cukup tidur. Penelitian tersebut menyebut tidur kurang dari enam jam  menimbulkan penyempitan pembuluh darah yang berakibat meningkatnya tekanan darah. Kurang tidur juga menyebabkan tubuh kekurangan magnesium yang memicu pengerasan dinding pembuluh darah arteri atau ateroskelosis. Hal inilah yang memicu hipertensi, stroke dan serangan jantung.

Begadang juga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Pasalnya kurang tidur menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin. Akibatnya tubuh tidak bisa menyerap sisa gula dalam tubuh. Hal ini menjadi penyebab terjadinya diabetes atau kencing manis.

Begadang juga meningkatkan risiko kanker. Pasalnya kebiasaan kurang tidur terkait dengan stres yang memicu kerusakan sel tubuh dan kemunculan kanker.  

Kebiasaan begadang juga menyebabkan kulit terlihat lebih tua. Hal ini disebabkan kebiasaan kurang tidur menyebabkan tubuh melepaskan hormon kartisol yang lebih banyak. Padahal hormon ini dapat memecah kolagen dan membuat kulit lebih kencang dan elastis. Kurang tidur dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi pucat dan kusam.

Itulah efek buruk dari kebiasaan begadang. Tak heran jika dalam sebuah lagunya Bang Haji Rhoma Irama mengatakan “Begadang itu tiada artinya”, kalau masih juga suka begadang, sungguh “Terrllalluuu.......”

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik