Kepedasan? Minumlah Air Hangat!
berita

10 December 2018 17:15
Watyutink.com - Jika mendengar kata cabai pasti yang terlintas dipikiran kita adalah rasa pedas. Banyak orang yang tidak suka atau tidak tahan pedas, tapi bagi sebagian orang yang lain sensasi pedas itu malah menyenangkan. Baik bagi mereka yang suka pedas, apa lagi orang yang  tidak suka atau tidak tahan pedas, ketika rasa pedas sudah tidak tertahan lagi secara naluri akan berusaha minum air untuk menghilangkan rasa pedas itu. Tapi air minum apa yang sebaiknya kita minum, hangat atau dingin?

Tahukah Anda, ternyata air hangat akan menghilangkan rasa pedas lebih cepat dibandingkan air dingin?

Rasa pedas yang kita rasakan ketika makan cabai atau sambal disebabkan karena ada senyawa kimia yang dinamakan Kapsaisin. Kapsaisin ada di dalam bagian putih kenyal (placenta) biji cabai. Jadi bagian cabai yang pedas adalah bijinya.

Ternyata Kapsaisin akan larut di air hangat, sedangkan di air dingin tidak. Karena itu minum air hangat dapat menghilangkan rasa pedas dengan cepat dibandingkan air dingin.

Selain itu, air dingin hanya menyebabkan rasa enak sesaat. Begitu airnya habis malah menyebabkan efek pedasnya makin terasa, karena beda panasnya atau pedasnya rasa cabai jadi  bertambah. Sedangkan air hangat selain menyebabkan beda rasa panas atau pedas jadi mengecil, juga dapat merangsang ujung lidah kita mengirimkan sinyal ke syaraf pusat sampai ke otak. Otak akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan zat penghilang rasa sakit (analgesik) secara alami.

Karena itu ketika Anda kepedasan minumlah air hangat, jangan air dingin apalagi air es.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi