Kopi Robusta dan Arabika, Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan?
berita
Istimewa
12 July 2019 17:10
Watyutink.com – Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak digemari, selain teh. Kenikmatan menyeruput kopi panas seolah tak bisa digantikan jenis minuman lainnya. Begitu gemarnya terhadap kopi bahkan beberapa orang merasa ada yang kurang jika satu hari belum minum kopi.

Ada banyak jenis kopi yang berada di pasaran. Namun ada dua jenis yang paling banyak dikenal dan dikonsumsi, yakni kopi arabika dan robusta. Kedua kopi ini diketahui memiliki rasa yang berbeda, meski tidak terlalu mencolok. Bahkan sebagian peminum kopi tidak bisa membedakan kedua jenis kopi tersebut.

Tahukah Anda, apa beda kopi robusta dan arabika, serta mana dari kedua jenis itu yang paling baik bagi kesehatan?

Perbedaan utama dari kopi robusta dan arabika adalah pada rasanya. Kopi robusta memiliki aroma dan rasa yang kuat. Namun kopi robusta rasanya lebih netral dan kurang bervariasi. Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan. Akibatnya setelah disangrai dan diseduh, kopi robusta terasa kurang nikmat. Namun bagi para pencinta kopi rasa robusta sangat kuat.  

Sedangkan kopi arabika memiliki aroma dan rasa yang lebih variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika beraroma segar dan mirip dengan blueberry. Saat disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma harum. Saat diseduh dan dicicipi, kopi arabika cenderung memiliki rasa manis.

Rasa manis itulah yang membuat kopi arabika terasa nikmat dinikmati tanpa gula.

Kadar kafein kedua jenis kopi ini juga berbeda. Kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi, sekitar 1,8 hingga empat persen. Itulah sebabnya kopi robusta cenderung lebih pahit lantaran kandungan kafeinnya  lebih nendang.

Sedangkan kopi arabika kandungan kafeinnya sekitar 0,9 hingga 1,4 persen. Itulah sebabnya kopi arabika cenderung lebih aman bagi lambung.   

Tampilan biji kopi robusta dan arabika juga berbeda. Biji kopi robusta ukurannya lebih kecil dan bentuknya lebih bulat serta terlihat padat. Teksturnya juga lebih kasar. Sedangkan biji kopi arabika bentuknya memanjang dan pipih. Ukurannya pun lebih besar dan teksturnya lebih halus.

Akibat perbedaan ini, teknik dan cara roasting atau pemanggangan kedua jenis kopi itu pun berbeda.

Bagaimana pengaruh kedua jenis kopi itu bagi kesehatan?

Sebenarnya manfaat bagi kesehatan kedua jenis kopi itu tidak jauh berbeda. Pasalnya keduanya mengandung kafein dan chlorgenic acid yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kafein diketahui dapat mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu kafein bermanfaat bagi kesehatan otak. Sedangkan chlorgenic acid berfungsi sebagai antioksidan yang sangat baik untuk tubuh.

Kopi jenis robusta memiliki kandungan kafein dan chlorgenic acid yang lebih tinggi dibandingkan arabika. Kandungan kedua zat yang lebih banyak itulah menjadikan kopi robusta lebih sehat bagi tubuh. Namun perlu diingat, kopi robusta memiliki kandungan aftertaste lebih banyak. Hal inilah yang membuat kopi robusta memiliki rasa yang lebih asam. Itulah sebabnya penderita gangguan lambung sebaiknya tidak meminum kopi robusta.

Kopi robusta juga memiliki kandungan lemak dan gula yang lebih rendah dibandingkan arabika. Akibatnya kopi robusta lebih sehat bagi tubuh. Namun kandungan lemak dan gula yang lebih tinggi membuat rasa kopi arabika lebih nikmat. Aromanya pun lebih harum saat diseduh.

Secara umum, kopi robusta bisa dikatakan lebih sehat dibandingkan kopi arabika. Namun pilihan tetap ditangan Anda, para pecinta kopi.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?