Kunyit Asam, Jamu Tradisional yang Ampuh Sembuhkan Maag, Diabetes, dan Nyeri
berita
Istimewa
13 August 2019 17:00
Watyutink.com – Manfaat jamu bagi kesehatan sudah tidak diragukan lagi. Salah satu pengobatan warisan budaya Nusantara ini bermanfaat menjaga kesehatan manusia. Selain itu racikan bermacam bahan alami ini dikenal ampuh menyembuhkan berbagai penyakit.

Beberapa orang bahkan menyatakan jamu lebih ampuh dibandingkan obat-obat kimia. Pasalnya kandungan bahan-bahan herbal dalam jamu lebih aman. Tidak seperti obat-obatan kimia yang memiliki efek samping bagi tubuh.

Ada berbagai jenis jamu yang dikenal masyarakat, salah satunya adalah kunyit asam. Racikan bahan kunyit dan asam jawa ini dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat jamu kunyi asam bagi kesehatan?

Jamu kunyit asam selama ini dikenal sebagai pereda nyeri. Pasalnya kunyit dan asam jawa diketahui mengandung bahan analgesik untuk meredakan nyeri, antipiretik untuk menurunkan demam, serta kandungan antiradang. Selain itu asam jawa juga bekhasiat sebagai penenang.

Itulah sebabnya jamu kunyit asam kerap dikonsumsi para wanita yang sedang datang bulan atau haid. Pasalnya kunyit asam dapat meredakan nyeri saat haid. Kandungan kurkumin pada kunyit dapat mengurangi aliran masuk zat kalsium pada sel epitel rahim. Selain itu kurkumin bermanfaat mengurangi produksi prostaglandin, yakni hormon yang menciptakan rasa sakit dan pembengkakan.

Sedangkan asam jawa mengandung zat tannin, saponin, sesquiterpenes, alkaloid, dan phlobotamin yang dapat memengaruhi sistem saraf otonom dan otak. Akibatnya, otak akan mengirimkan perintah ke tubuh untuk meredakan kontraksi rahim.

Kunyit asam juga bermanfaat mengobati gangguan pencernaan, salah satunya sakit maag. Penyakit ini seringkali dipicu oleh timbulnya luka di lambung akibat infeksi bakteri H-pylori, konsumsi obat antinyeri jangka panjang, racun rokok, alkohol, dan makanan tertentu. Berbagai hal tersebut mengikis lapisan dinding usus dan kerongkongan sehingga memicu refluks asam lambung naik.

Kandungan kurkumin dalam kunyit dapat mengobati peradangan akibat luka disaluruan pencernaan. Selain itu kurkumin dapat melindungi perut dengan cara meningkatkan produksi lendir dalam lambung yang melindunginya dari iritasi. Kurkumin juga bekerja mengendalikan produksi asam lambung dan empedu berlebih.

Kunyit asam juga berfungsi sebagai antioksidan. Bahkan antioksidan dalam kunyit asam dipercaya lebih besar dibandingkan antioksidan sintetis. Sebuah penelitian menyebutkan untuk mendapatkan kadar antioksidan terbaik, kunyit asam sebagai terdiri dari 25 persen asam, lima persen kunyit, dan 70 persen air.

Bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan, jamu kunyit asam adalah pilihan terbaik. Pasalnya kunyit asam dapat menurunkan berat badan secara alami. Kurkumin dalam kunyit berfungsi menurunkan peradangan pada sel tubuh, temasuk sel pankreas, lemak, dan otot.

Selain itu kurkumin bermanfaat membantu mengurangi resistensi insulin, menurunkan kadar gula darah dan kolesterol serta kondisi metabolik lainnya akibat obesitas. Akibatnya, berat badan cenderung lebih stabil.

Kunyit asam juga dapat mengendalikan kadar gula darah. Itulah sebabnya penderita penyakit diabetes atau kencing manis perlu mengonsumsi jamu tradisional ini secara rutin. Pasalnya kunyit asam berfungsi sebagai antiinflamasi yang dapat menurunkan kadar gula darah.  

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar