Makan Telur Asin Berlebihan Beresiko Terkena Penyakit Jantung, Ginjal, dan Hipertensi
berita

22 January 2019 15:40
Watyutink.com - Siapa yang tidak suka dengan telur asin? Sepertinya tidak ada orang yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Baik dijadikan lauk atau dinikmati begitu saja. 

Tapi seperti makanan lainnya, tidak baik jika memakan telur asin dalam jumlah berlebihan. 

Tahukah Anda, apa akibatnya jika memakan telur asin berlebihan? 

Telur asin umumnya terbuat dari telur bebek yang diasinkan. Tujuannya selain meningkatkan cita rasa juga agar telur bisa bertahan lebih lama. 

Dilihat dari sisi nutrisi, sebetulnya telur asin adalah makanan sehat. Sebab telur asing ternyata mengandung lemak, protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, dan vitamin A. Namun telur asin juga mengandung natrium atau garam dan kolesterol yang tinggi. Hal inilah yang harus diwaspadai saat mengonsumsi makanan khas Kota Brebes, Jawa Tengah ini. 

Beberapa risiko berbahaya akibat mengonsumsi telur asin berlebihan adalah meningkatkan beban kerja jantung. Pasalnya kadar garam yang tinggi dalam telur asin bisa mengakibatkan penimbunan cairan di dalam tubuh. Hal inilah yang membuat kerja jantung menjadi lebih berat. 

Kandungan garam dalam telur asin juga dapat menyebabkan hipertensi yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan ginjal.

Selain itu mengkonsumsi telur asin berlebihan juga meningkatkan resiko kanker lambung. Hal ini karena konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan Helicobacter pylori, yaitu bakteri yang dapat menyebabkan peradangan pada lambung, serta meningkatkan risiko kanker lambung. Di samping itu, telur asin dan asupan tinggi garam lainnya juga dapat merusak lapisan lambung sehingga lebih rentan terpapar karsinogen.

Itulah sebabnya kita harus lebih bijak dalam memilih makanan. Tidak ada salahnya menikmati gurihnya telur asin. Namun tetap dalam batas kewajaran dan tidak berlebihan.

 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

FOLLOW US

Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja