Makanan Rumah Lebih Sehat daripada Restoran
berita
Sumber Foto : iyakan.com
03 December 2018 16:35
Anda suka makan di luar rumah? Restoran  atau tempat kuliner lainnya memang mengasyikan dijadikan tempat melepas rasa lapar. Muncul angggapan makan di luar rumah lebih menyenangkan dibandingkan di rumah. Suasana dan rasa makanan yang beragam terkadang menjadi alasan makan di luar menjadi pilihan dari pada di rumah.

Tapi tahukah Anda, tenyata makan di rumah lebih menyehatkan daripada di luar rumah.

Masakan yang baik bukan hanya ditentukan dari rasa. Namun harus memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, diolah dari bahan yang sehat, serta dimasak dengan cara yang sehat pula. Masakan sehat semacam itu tentu lebih mudah ditemukan di rumah. Sebab masakan di rumah lebih dikontrol kebersihan dan cara memasaknya.

Saat masak makanan rumah, kita dapat mengontrol penggunaan bumbu masak, terutama  yang berpengaruh terhadap kesehatan seperti garam, gula, lada, cabai dan sebagainya.  Sebaliknya makanan restoran, terutama restoran cepat saji seringkali mengandung banyak lemak, gula, garam dan bahan lainnya

Meski bahan-bahan yang terkandung dalam bumbu masak diperlukan oleh tubuh, namun jika dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi dan lain-lain.

Dari segi kebersihan pun makanan rumah lebih unggul, baik kebersihan bahan makanan, peralatan, maupun cara penyajian. Di rumah kita tentu bisa memastikan kebersihan sayuran atau buah dengan mencuci secara baik untuk menghindari kontaminasi bakteri berbahaya seperti ecoli dan sebaginya.

Jadi mengapa Anda tidak mulai membiasakan makan di rumah? Selain lebih sehat makan di rumah terbukti lebih murah. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi