Makanan dan Minuman Pencegah Kantuk, Kawan yang Tepat Saat I’tikaf
berita
Ilustrasi kopi (dok. Pixabay.com/Komarudin)
29 May 2019 16:55
Watyutink.com – Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam disunnahkan melakukan i’tikaf, yakni beribadah secara khusus di masjid. Umat Islam bisa baca Al Qur’an, sholat malam, berdzikir atau ibadah lainnya. I’tikaf dilakukan pada malam hari hingga setelah waktu sholat subuh. Salah satu yang paling ‘diburu’ selama beri’tikaf adalah mendapat hidayah lailatul qodar, yakni pahala seperti beribadah selama seribu bulan.

Lantaran beribadah dimalam hari, tentu saja umat Islam harus menahan kantuk. Itulah sebabnya salah satu cara agar bisa beri’tikaf dengan lancar, banyak orang membawa makanan atau minuman yang bisa membantu menahan kantuk.

Tahukah Anda, apa saja makanan dan minuman yang bisa membantu menahan kantuk?

Salah satu minuman yang paling sering digunakan untuk menangkal kantuk adalah kopi. Kandungan kafein dalam kopi diyakini dapat merangsang otak tetap terjaga. Itulah sebabnya kopi seringkali digunakan sebagai stimulan saat seseorang ingin tetap terjaga dimalam hari.

Namun perlu diingat, terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan gangguan tidur permanen. Oleh karena itu disarankan tidak minum kopi terlalu banyak.

Ternyata bukan hanya kopi minuman yang mengandung kafein.  Teh diketahui juga memiliki kandungan kafein dan nikotin. Namun untuk memperoleh manfaat tersebut, sebaiknya teh diminum tanpa gula. Meski dapat memberikan energi, namun gula diyakini justru membuat seseorang mudah terserang kantuk. Itulah sebabnya guna menangkal kantuk, minumlah teh tanpa gula.

Selain minum kopi dan teh tanpa gula, memakan telur juga bisa digunakan untuk melawan kantuk. Pasalnya telur diketahui memiliki kandungan kolin dalam jumlah banyak. Kolin diketahui dapat mempercepat metabolisme tubuh yang membuat seseorang lebih berenergi dan mampu melawan kantuk.

Tahu diketahui juga dapat menangkal kantuk. Tahu diketahui memiliki kandungan asam amino serta sumber protein yang menyehatkan. Selain itu tahu cukup ringan untuk dicerna perut dan tidak menyebabkan gendut. Kandungan protein dan asam amino dalam tahu diyakini dapat membantu tubuh melawan kantuk.

Mengkonsumsi sop ayam juga bisa membantu melawan kantuk. Sop ayam hangat diketahui juga mengandung asam amino yang sehat dan tidak menyebabkan kadar gula darah naik. Namun sebaiknya sop ayam dibuat tanpa lemak.

Selain beberapa makanan dan minuman tersebut, beberapa buah juga dapat mencegah kantuk, salah satunya adalah tomat yang diketahui memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi. Nutrisi ini dapat memberikan anyak energi dan membantu tubuh melawan kantuk.

Buah alpukat juga dapat digunakan sebagai penangkal kantuk. Alpukat diketahui mengangung sedikit gula sehingga dapat membuat tubuh tetap segar dan terjaga saat harus ‘melek’ malam. Selain itu makan pisang juga bisa menjadi teman dimalam hari. Pisang diyakini dapat memberikan energi isntan yang dapat membuat mata susah terpejam.

Buah apel juga bisa menjadi pilihan saat harus begadang. Pasalnya apel dapat membantu tubuh menciptakan sel darah merah yang mampu membawa lebih banyak oksigen dalam tubuh. Selain itu apel bisa meningkatkan kandungan zat besi yang ampuh melawan kantuk.

Memakan buah kenari juga bisa mengatasi kantuk. Kenari dikenal memiliki banyak asam lemak omega-3 yang memberikan energi lebih banyak. Sehingga tubuh bisa tetap terjaga dan waspada di malam hari.

Saat harus terjaga dimalam hari, jangan pernah lupa memperbanyak minum air putih. Asupan air putih yang cukup dapat mempercepat metabolisme tubuh dan memberikan lebih banyak energi. Selain itu banyak minum air putih menghindarkan tubuh dari dehidrasi. Minum delapan hingga sepuluh gelas air putih dapat membuah tubuh tetap bugar dan terhindar dari kantuk.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI

FOLLOW US

Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja             Stop Bakar Uang, Ciptakan Profit             Potensi Korupsi di Sektor Migas