Manfaat Tape Ketan, Sehatkan Pencernaan, Cegah Anemia dan Kanker
berita

06 August 2019 17:20
Watyutink.com – Salah satu makanan tradisional yang sangat digemari di Indonesia adalah tape ketan. Rasanya yang manis segar membuat setiap orang tertarik menyantap kudapan ini. Terlebih jika tape ketan dinikmati saat suhu udara sedang dingin.

Tape ketan kerap disajikan dengan berbagai variasi. Selain dijadikan campuran es doger atau es campur, tape ketan juga sering dinikmati bersama ketan uli atau ketan yang digoreng. Paduan tape ketan yang segar dan uli membuat siapa pun dipastikan tergoda menikmatinya.

Ternyata, tape ketan tidak hanya segar dan nikmat. Tape ketan juga banyak mengandung manfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat tape ketan bagi kesehatan?

Manfaat pertama dari tape ketan adalah sebagai penurun kadar kolesterol dalam tubuh. Tape ketan diketahui mengandung asam laktat yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Itulah sebabnya mengonsumsi tape ketan diyakini dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Selain itu tape ketan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pasalnya asam laktat dalam tape ketan dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Rutin mengonsumsi tape ketan dapat menghindarkan tubuh dari infeksi penyakit.

Asam laktat dalam tape ketan juga dapat mencegah pembentukan sel-sel pemicu kanker. Hal ini tentu bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Tape ketan diketahui juga mengandung zat besi. Hal ini membuat tape ketan berguna bagi pembentukan sel darah merah atau eritrosit. Akibatnya tubuh akan menjadi lebih segar dan terhindar dari anemia atau kurang darah.

Tape ketan juga dapat memperlancar sistem pencernaan. Pasalnya tape ketan kaya akan kandungan serat. Seperti diketahui serat sangat diperlukan dalam proses tubuh mencerna makanan. Itulah sebabnya mengonsumsi tape ketan dapat menghindarkan tubuh dari sembelit atau susah buang air besar.

Fungsi memperlancar buang air besar membuat tape ketan bermanfaat mengindarkan tubuh dari penyakit ambeien atau wasir, bahkan yang sudah dalam kondisi parah. Pasalnya tape ketan dibuat menggunakan ragi yang dipercaya dapat menyehatkan sistem pecernaan terutama saluran pembuangan.

Sistem pembuangan yang lancar menghindarkan seseorang ‘ngeden’ saat buang air besar. Padahal ‘ngeden’ seringkali dianggap sebagai salah satu penyebab penyakit wasir. Penderita wasir atau ambeien disarankan rutin mengonsumsi tape ketan, khususnya yang sudah dalam kondisi lembek.

Tape ketan juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Tape ketan diketahui mempunyai sifat antiinflamasi dan anti peradangan. Itulah sebabnya rutin makan tape ketan dipercaya dapat membuat kulit lebih cantik dan sehat.

Namun perlu diingat, memakan tape ketan dalam jumlah berlebihan juga memiliki efek yang tidak baik. Selain itu tape ketan sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Pasalnya jika disimpan terlalu lama, kandungan nutrisi dalam tape ketan dikhawatirnya banyak berkurang. Selain itu terlalu lama menyimpan tape ketan dikhawatirkan memunculkan alkohol yang justru merugikan kesehatan. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar