Manfaat Tape Singkong, Sehatkan Pencernaan, Jantung, Saraf dan Tulang
berita

23 June 2019 18:15
Watyutink.com - Salah satu makanan yang banyak ditemui di berbagai daerah adalah tape singkong. Meski dikenal dengan nama berbeda, tapi tape singkong mempunyai rasa yang sama, manis asam.  Di Jawa Barat makanan ini disebut peuyeum. Sedangkan orang Jawa Tengah menyebutnya tape budin. Hal ini untuk membedakan dengan tape ketan. 

Orang Jawa Timur mengenalnya dengan tape. Begitu populernya tape singkong hingga di beberapa kota di Jawa Timur tape singkong banyak diolah menjadi aneka kudapan. Di Bondowoso, tape singkong diubah menjadi dodol tape. Sedangkan di Jember, tape diolah menjadi prol tape, brownis tape dan kue suwar-suwir. 

Ternyata selain enak dimakan tape singkong juga mengandung beragam manfaat bagi kesehatan. 

Tahukah Anda apa saja manfaat tape singkong bagi kesehatan?

Tape singkong ternyata sangat baik untuk pencernaan. Pasalnya tape singkong mengandung probiotik atau bakteri baik yang sangat penting bagi kesehatan sistem pencernaan. 

Sepeti diketahui tape singkong dibuat dengan cara fermentasi yang menyebabkan tape singkong kaya kandungan probiotik. Bakteri baik atau probiotik berasal dari berbagai mikroorganisme yang ada dalam ragi tape. Bakteri baik ini memiliki fungsi untuk menjaga fungsi usus hingga mencegah kanker usus.

Tape singkong juga bisa menjadi sumber karbohidrat. Jika dibandingkan dengan nasi, singkong adalah sumber karbohidrat yang lebih baik. Pasalnya singkong memiliki kadar GI (glycemic index) yang lebih rendah. Sebagai sumber karbohidrat, tape singkong dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.

Selain itu, karbohidrat kompleks pada tape singkong juga membuatnya menjadi lebih lama dicerna dan membuat kenyang lebih lama. Itulah sebabnya tape singkong adalah pilihan yang tepat untuk menurunkan berat badan. 

Manfaat tape singkong yang lain adalah untuk mengontrol tekanan darah. Tape singkong mengandung kalsium, mineral yang baik untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Kalsium memiliki peran dalam pelebaran pembuluh darah dan mencegah penyempitan pembuluh darah.

Fungsi tersebut membuat tape singkong juga dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit berbahaya seperti serangan jantung.

Khasiat tape singkong selanjutnya adalah mencegah anemia atau kurang darah. darah. Mikroorganisme dalam ragi tape dipercaya dapat membantu produksi vitamin B12 dan kalsium yang memiliki peran dalam proses produksi sel darah merah dan mencegah anemia.

Tape singkong juga dapat melihara otot dan saraf dalam tubuh. Hal ini lantaran kandungan vitamin B1 atau tiamin di dalamnya. Selain itu vitamin B1 juga memiliki manfaat penting yakni memelihara fungsi kognitif otak, mencegah stres, hingga meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi penyakit.

Selain dapat memelihara otot dan sistem saraf, tape singkong juga bisa menjadi nutrisi bagi tulang dan sendi. Tape singkong juga memiliki kandungan kalsium dan fosfor, dua mineral yang sangat penting untuk memelihara kesehatan tulang dan sendi. Mengosumsi tape singkong secara rutin dipercaya dapat menjaga kesehatan tulang dan sendi dan menurunkan risiko penyakit seperti osteoporosis dan osteoarthritis.

Manfaat tape singkong lainnya adalah untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Tape singkong dipercaya dapat mengikat dan mengeluarkan toksin atau racun yang berasal dari fungi atau disebut aflatoksin. 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?