Mengapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning dan Hijau
berita

11 October 2019 11:00
Watyutink.com – Seperti sudah kita ketahui lampu lalu lintas itu terdiri dari 3 warna, yaitu warna merah, kuning dan hijau. Walaupun sudah jelas-jelas ada 3 warna, di Jawa, lampu lalu lintas disebut Bangjo, alias lampu abang dan ijo, tidak disebut warna kuningnya. Kebanyakan orang Indonesia malah hanya menyebutnya sebagai lampu merah saja.

Tahukah Anda, mengapa lampu lalu lintas itu berwarna  merah, kuning dan hijau, dan bukan warna lain, warna pink misalnya?

Ternyata warna lampu lalu-lintas itu ada sejarah dan filosofi pada pemilihan warnanya.

Lampu lalu lintas pertama kali digunakan di Inggris, di dekat gedung parlemen London tahun 1868. Pada saat itu lampu lalu-lintas hanya terdiri dari warna merah dan hijau. Lampu ini pertama kali ditemukan oleh Lester Farnsworth Wire. Tapi satu tahun kemudian ternyata lampu ini meledak dan melukai seorang polisi yang berada di dekatnya, sehingga sejak itu tidak dipergunakan lagi.

Tidak lama kemudian seorang berkebangsaan Amerika, Garret Augustus Morgan, mengembangkan lampu lalu lintas yang lebih aman. Selain warna merah dan hijau, Morgan juga menambahkan warna kuning sebagai pemberi waktu jeda ketika lampu akan berganti warna. Warna kuning itu identik dengan warna daun yang sudah tua, yang segera gugur digantikan daun muda. Jadi warna kuning melambangkan masa transisi, atau masa jeda, simbol hati-hati atau waspada.

Warna merah dipilih sebagai tanda berhenti karena indentik dengan warna darah. Pada zaman peperangan sering terjadi pertumpahan darah  yang menyebabkan kematian  sehingga membuat orang berduka. Muncullah sekelompok orang yang anti perang, yang kemudian membuat larangan berperang atau saling melukai. Karena perang identik dengan darah yang berwarna merah, maka sejak itu warna merah identik dengan lambang larangan atau berhenti (Stop).

Sedangkan warna hijau identik dengan warna daun, walau tidak semua daun berwarna hijau. Selain itu warna hijau setiap tanaman berbeda, tapi hampir semua tanaman mempunyai warna hijau. Nah, keberagaman tanaman ini diidentikkan dengan kebebasan. Warna hijau juga ternyata menyegarkan mata. Karena itu warna hijau dipilih sebagai tanda aman untuk kendaraan untuk berjalan.

Pemasangan lampu lalu lintas juga disusun secara vertikal. Paling atas warna merah, kemudian warna kuning dan hijau di bagian paling bawah. Selain itu warna merah mengandung corak jingga dan hijau bercorak biru, yang menyebabkan  orang buta warna masih bisa mengetahui warna apa yang sedang menyala.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!             Perekonomian Dunia Masih Dihantui Ketegangan dan Ketidakpastian             Revisi Aturan-aturan yang Tidak Pro Kepada Nelayan!             Kebijakan KKP yang Baru Harus Didukung             Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong