Mengapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning dan Hijau
berita

07 December 2018 16:45
Watyutink.com – Seperti sudah kita ketahui lampu lalu lintas itu terdiri dari 3 warna, yaitu warna merah, kuning dan hijau. Walaupun sudah jelas-jelas ada 3 warna, di Jawa, lampu lalu lintas disebut Bangjo, alias lampu abang dan ijo, tidak disebut warna kuningnya. Kebanyakan orang Indonesia malah hanya menyebutnya sebagai lampu merah saja.

Tahukah Anda, mengapa lampu lalu lintas itu berwarna  merah, kuning dan hijau, dan bukan warna lain, warna pink misalnya?

Ternyata warna lampu lalu-lintas itu ada sejarah dan filosofi pada pemilihan warnanya.

Lampu lalu lintas pertama kali digunakan di Inggris, di dekat gedung parlemen London tahun 1868. Pada saat itu lampu lalu-lintas hanya terdiri dari warna merah dan hijau. Lampu ini pertama kali ditemukan oleh Lester Farnsworth Wire. Tapi satu tahun kemudian ternyata lampu ini meledak dan melukai seorang polisi yang berada di dekatnya, sehingga sejak itu tidak dipergunakan lagi.

Tidak lama kemudian seorang berkebangsaan Amerika, Garret Augustus Morgan, mengembangkan lampu lalu lintas yang lebih aman. Selain warna merah dan hijau, Morgan juga menambahkan warna kuning sebagai pemberi waktu jeda ketika lampu akan berganti warna. Warna kuning itu identik dengan warna daun yang sudah tua, yang segera gugur digantikan daun muda. Jadi warna kuning melambangkan masa transisi, atau masa jeda, simbol hati-hati atau waspada.

Warna merah dipilih sebagai tanda berhenti karena indentik dengan warna darah. Pada zaman peperangan sering terjadi pertumpahan darah  yang menyebabkan kematian  sehingga membuat orang berduka. Muncullah sekelompok orang yang anti perang, yang kemudian membuat larangan berperang atau saling melukai. Karena perang identik dengan darah yang berwarna merah, maka sejak itu warna merah identik dengan lambang larangan atau berhenti (Stop).

Sedangkan warna hijau identik dengan warna daun, walau tidak semua daun berwarna hijau. Selain itu warna hijau setiap tanaman berbeda, tapi hampir semua tanaman mempunyai warna hijau. Nah, keberagaman tanaman ini diidentikkan dengan kebebasan. Warna hijau juga ternyata menyegarkan mata. Karena itu warna hijau dipilih sebagai tanda aman untuk kendaraan untuk berjalan.

Pemasangan lampu lalu lintas juga disusun secara vertikal. Paling atas warna merah, kemudian warna kuning dan hijau di bagian paling bawah. Selain itu warna merah mengandung corak jingga dan hijau bercorak biru, yang menyebabkan  orang buta warna masih bisa mengetahui warna apa yang sedang menyala.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Enny Sri Hartati, Dr.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi