Mengenal Dekompresi, Pembunuh Para Penyelam
berita
Sumber Foto : sportdiver.com (gie/watyutink.com)
05 November 2018 17:00
Kabar duka dari Tim Basarnas yang sedang menjalankan tugas evakuasi korban pesawat Lion Air JT-610. Salah seorang penyelam, Syachrul Anto meninggal dunia saat berusaha mencari korban dikedalaman laut. Diduga Syachrul meninggal akibat mengalami dekompresi.

Tahukah Anda apa itu dekompresi?

Dekompresi adalah gangguan yang dialami penyelam akibat adanya perubahan tekanan air dan udara yang terlalu cepat. Akibatnya nitrogen dalam daram membentuk gelembung yang menyumbat pembuluh darah.

Gejala yang muncul akibat dekompresi adalah pusing, lemas, sampai sesak napas. Gelembung yang terbentuk di dalam atau area dekat sendi dapat menyebabkan rasa nyeri di otot. Kondisi yang lebih berbahaya adalah ketika gelembung masuk ke aliran darah pembuluh vena. Pada kondisi ini, penyelam bisa pingsan bahkan sampai meninggal.

Dekompresi bisa diobati dengan membaringkan pasien dalam posisi telentang. Tubuh pasien harus dikeringkan dan dihangatkan dengan selimut ketika suhu tubuh menurun.

Selain pengobatan di tempat, pengobatan dengan terapi oksigen hiperbarik digunakan untuk menangani penyakit ini. Terapi ini menggunakan alat berupa tabung atau kamar khusus untuk menstimulasi. Namun terapi hiperbarik dilakukan tergantung tingkat keparahan yang dialami penyelam.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi