Mengenal Gas Air Mata, Senjata Andalan untuk Bubarkan Aksi Demonstrasi
berita
Istimewa
22 May 2019 16:50
Watyutink.com – Setiap terjadi aksi massa yang menjurus tindakan anarkis, aparat keamanan selalu menggunakan tembakan gas air mata. Hal ini dilakukan untuk membubarkan massa dan mengembalikan kondisi menjadi kondusif.

Berbeda dengan senjata api berpeluru tajam yang cenderung mematikan, gas air mata terbukti ampuh menghalau massa tanpa menimbulkan luka yang serius. Pasalnya gas air mata lebih bersifat melumpuhkan.

Tapi, tahukah Anda, apa sebenarnya gas air mata itu. Apa pula kadungan yang terdapat dalam gas air mata?

Senjata gas air mata adalah sebuah kaleng berbentuk bulat. Meski bernama ‘gas air mata’ namun sebenarnya benda ini bukan berisi gas, melainkan serbuk halus bertekanan tinggi. Saat ditembakkan serbuk tersebut akan menyebar di udara dengan kepadatan dan kepekatan yang sangat tinggi. Sekilas tembakan gas air mata akan terlihat seperti asap.  

Dra. Karimah Muhammad, Apt, ahli Continuing Pharmacy Education (CPE) dari Century Group mengatakan dalam dunia farmasi, gas air mata merupakan sebuah tekhnologi yang digunakan sebagai obat asma inhalasi, namun dosisinya sangat kecil. Dalam prakteknya serbuk ‘gas air mata’ akan berkaitan dengan kadungan air yang terdapat di mata, kulit, dan tenggorokan.  

Saat mengambang diudara serbuk halus tersebut akan menempel di kulit, terhirup, dan mengenai mata. Akibatnya beberapa organ tubuh tersebut akan mengalami beberapa kondisi yang tidak mengenakkan dan sangat menganggu. Efek tersebut antara lain, jika menempel di kulit akan menimbulkan rasa panas seperti terbakar. Jika terkena mata akan terasa perih hingga mengeluarkan air mata.

Sedangkan jika terhirup melalui saluran pernafasan, akan menyebabkan hidung berair, batuk hebat, dan tenggorokan serasa tercekik. Jika masuk hingga paru-paru maka akan menyebabkan nafas menjadi pendek dan sesak serta paru-paru serasa terbakar.

Jika terbawa hingga ke organ pencernaan maka akan menyebabkan tenggorokan serasa terbakar dan keluar lendir. Seringkali juga menyebabkan muntah.  Kondisi tersebut sebenarnya adalah cara tubuh mengeluarkan serbuk tersebut dari dalam tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika terkena paparan gas air mata?

Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama saat terpapar gas air mata adalah, jika terkena di mata, bilas menggunakan air bersih sampai rasa perih hilang. Jika terkena tenggorokan segeralah kumur-kumur dengan air bersih hingga serbuk yang menempel hilang.

Berikan bantuan oksigen jika gas air mata mengenai saluran pernafasan. Oksigen diyakini dapat membantu ‘membilas’ dan mengencerkan serbuk yang masuk dalam paru-paru. Untuk menyebuhkan mual dan muntah akibat gas air mata bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat diare jenis adsorben. Hal ini berguna untuk menyerap dan membuang racun yang ada.

Bagaimana cara menghindari paparan gas air mata?

Beberapa cara bisa dilakukan untuk menghindari paparan gas air mata, salah satunya dengan mengoleskan lotion atau krim di tangan dan bagian tubuh lainnya. Hal ini untuk mencegah iritasi kulit akibat gas air mata. Selain itu bisa juga menggunakan sunblock di seluruh wajah dan kulit. Kandungan titanium dioksida dalam sunblock dapat mencegah gas air mata menembus pori-pori kulit.

Untuk mencegah paparan di mata, sebaiknya menggunakan kaca mata. Hal ini dirasa lebih efektif daripada mengoleskan pasta gigi di bawah mata. Pasalnya menggunakan kaca mata akan menghalangi gas air mata menyetuh bola mata.

Kalaupun menggunakan pasta gigi, pilihlah yang berbentuk gel dan bukan pasta gigi biasa yang berwarna putih. Pasalnya jika terkena pasta gigi biasa, serbuk gas air mata justru akan mengikat dan menyebabkan kondisi lebih buruk.

Selain itu bagian wajah yang diolesi pasta gigi bukan hanya dibawah mata, melainkan juga di atas bibir dibawah hidung. Hal ini untuk mencegah gas air mata masuk hidung dan terhidup tenggorokan hingga paru-paru.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI

FOLLOW US

Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja             Stop Bakar Uang, Ciptakan Profit             Potensi Korupsi di Sektor Migas